Home > Berita > Umum

Unilak Berencana Gelar Wisuda Drive Thru demi Hindari Kerumunan

Unilak Berencana Gelar Wisuda <i>Drive Thru</i> demi Hindari Kerumunan

Rektor Unilak Dr Junaidi/DOK

Senin, 06 Juli 2020 19:49 WIB
Muhamad Maulana

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Sebanyak 800 mahasiswa Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru yang harusnya diwisuda 4 April lalu kemungkinan diwisuda dalam waktu dekat.

Saat ini, Unilak tengah mendiskusikan 3 opsi penyelenggaraan wisuda yang salah satunya menggunakan sistem drive thru. Hal itu dilakukan menyusul sudah diberlakukannya kondisi new normal di Provinsi Riau.

”Insya Allah besok hasilnya sudah diketahui, opsi mana yang dipilih Senat (Unilak). Tapi yang terlihat cenderung dengan sistem drive thru. Itu artinya, kita akan menyelenggarakan wisuda versi baru,” kata Rektor Unilak Dr Junaidi dalam sebuah bincang-bincang di Pekanbaru, Senin (6/7/2020) siang.

Menurut Junaidi, jika Senat Unilak memutuskan opsi sistem drive thru, maka pihaknya menyiapkan 4 sesi wisuda selama dua hari pada 27-28 Juli, dengan tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

Sebelum prosesi wisuda dimulai, ucap Junaidi, secara bergiliran wisudawan dengan mengenakan toga secara lengkap mengendarai transportasi dari titik kumpul yang nantinya ditetapkan menuju gedung rektorat Unilak.

Di sana, setelah menggelar sidang senat terbuka secara sederhana dan dilanjutkan prosesi pembacaan nama-nama wisudawan, Rektor Unilak menyampirkan kucir toga wisuda. ”Bagi yang tidak memiliki kendaraan, Unilak mempersiapkan sarana transportasi secara cuma-cuma. Jadi tidak perlu khawatir,” tandas Junaidi.

Sebelum pelaksanaan, imbuh Junaidi lagi, pihak kampus akan melakukan uji coba. Sistem ini juga akan terus dievaluasi. Sehingga agenda pelaksanaan wisuda tetap bisa berjalan tanpa harus membahayakan kesehatan.

Rektor Meminta Maaf
Pada bagian lain, Rektor Unilak Junaidi menyampaikan permintaan maaf atas insiden pembuangan skripsi yang videonya viral pada Ahad (5/7/2020).

”Kami akui cara pemindahannya tidak benar. Hal itu tentu melukai kita, melukai insan akademis juga. Atas kekeliruan tersebut saya menyampaikan permohonan maaf dan sudah mengganti kepala perpustakaan, karena ada kelalaian dia,” tutur Junaidi.

Menurutnya, ratusan skripsi tersebut akan dipindahkan ke tempat yang layak. Saat ini pihaknya tengah merintis program penyimpanan berbagai karya ilmiah seperti skripsi, ke dalam bentuk digital. ***

Kategori : Umum
wwwwww
www.amsi.or.id