KPK Panggil Dirut PT Hutama Karya Aspal Beton Dalami Korupsi Proyek Pembangunan Jalan di Bengkalis
![]() |
Gedung KomISI Pemberantasan Korupsi di Jakarta/KOMPAS.com |
JAKARTA, POTRETNEWS.com — Dua saksi dalam penyidikan kasus korupsi proyek tahun jamak atau multiyears pembangunan Jalan Lingkar Barat Duri di Kabupaten Bengkalis, Riau tahun anggaran 2013-2015 dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
”Dua saksi diperiksa untuk tersangka MNS (M Nasir/mantan Sekretaris Daerah Kota Dumai dan Kepala Dinas PU Kabupaten Bengkalis 2013-2015)," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (2/7/2020), seperti dilansir dari tribunnews.com.Kedua saksi yang dimaksud antara lain, Direktur Utama PT Hutama Karya Aspal Beton Dindin Solakhuddin dan karyawan PT Chevron Pacific Indonesia Wafi Khalid.KPK telah menetapkan 10 tersangka baru dalam pengembangan kasus proyek jalan di Kabupaten Bengkalis tersebut pada Jumat (17/1/2020).Pertama, pada proyek peningkatan proyek peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu-Siak kecil (multiyears) di Kabupaten Bengkalis Tahun Anggaran 2013-2015 dengan nilai kerugian sekitar Rp156 miliar, KPK menetapkan tiga tersangka, yakni pejabat pembuat komitmen (PPK) atau mantan Sekretaris Daerah Kota Dumai dan Kepala Dinas PU Kabupaten Bengkalis 2013-2015 M Nasir serta dua orang kontraktor Handoko Setiono (HS) dan Melia Boentaran (MB). Kedua, terkait proyek peningkatan jalan lingkar Pulau Bengkalis (multiyears) Tahun Anggaran 2013-2015 dengan nilai kerugian sekitar Rp126 miliar.Akham Sophian

























