Said Hasyim Keluar dari PAN meski Dapat Dukungan dan Pilih Perahu Golkar untuk Berlayar di Pilkada Meranti

Said Hasyim Keluar dari PAN meski Dapat Dukungan dan Pilih Perahu Golkar untuk Berlayar di Pilkada Meranti

Said Hasyim menyerahkan surat pengunduran diri sebagai kader PAN/TRIBUNPEKANBARU.com

Senin, 29 Juni 2020 16:29 WIB
SELATPANJANG, POTRETNEWS.com — Internal Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Kepulauan Meranti dikagetkan dengan mundurnya wakil bupati daerah itu, Drs H Said Hasyim sebagai kader partai tersebut.
Kepastian itu setelah Said mengirimkan surat pengunduran diri kepada Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PAN Kepulauan Meranti yang dibuat per tanggal 14 Juni 2020.

Pengunduran diri Said Hasyim tersebut memang mengejutkan banyak pihak, termasuk ketua DPW PAN dalam hal ini adalah Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan.

Selain menjabat sebagai Ketua Majelis Penasihat Partai Daerah (MPPD) DPD PAN, Said Hasyim juga mendapat rekomendasi dari DPP PAN untuk maju sebagai calon bupati Kepulauan Meranti di pilkada mendatang.

Terkait hal tersebut Ketua DPD PAN Kepulauan Meranti, H Fauzi Hasan angkat bicara soal hengkangnya Said Hasyim dari partai berlambang matahari tersebut. Oleh karena itu, DPD PAN meminta DPP mengevaluasi kembali terkait pencalonan Said Hasyim dari partai PAN.

”Dengan pengunduran Said Hasyim ini langsung kita sikapi dengan mengadakan rapat bersama seluruh pengurus DPC," ujar Fauzi Senin (29/6/2020), dilansir dari tribunpekanbaru.com.

Dikatakan Fauzi Hasan, Partai PAN memprioritaskan kadernya untuk maju dalam bursa pencalonan Pilkada Kepulauan Meranti. "Sesuai instruksi dari DPP, kita memang memprioritaskan kader untuk maju dalam Pilkada nanti. Said Hasyim sudah menjadi kader sejak tahun 2015 lalu. Selain itu dari hasil pleno terdahulu kita juga memberikan peluang seluas-luasnya kepada Said Hasyim yang menjabat sebagai ketua MPPD PAN," tuturnya.

Mantan ketua DPRD Kepulauan Meranti itu juga tidak bisa membendung rasa kecewa terhadap Wakil Bupati Kepulauan Meranti itu, karena setelah mendapat rekomendasi dari DPP, Said malah memutar haluan.

Walaupun demikian Fauzi mengatakan PAN akan menghormati setiap keputusan yang diambil kadernya. Fauzu mengatakan tidak mengetahui alasan pengunduran diri Said Hasyim.

”Kita sangat kecewa dengan keputusan Pak Said Hasyim, dimana kita sudah memberikan jalan dengan merekomendasikan berlayar menggunakan partai PAN dia malah mengundurkan diri. Namun kita paham dalam dinamika politik, mungkin beliau ada pemikiran yang lebih baik, makanya mengundurkan diri, namun sampai saat ini belum ada alasan jelas dari pengunduran tersebut," kata Fauzi.

Dengan pengunduran tersebut, maka pencalonan Said Hasyim menggunakan Partai PAN digantikan oleh Fauzi Hasan. ”Dengan mengundurnya Said Hasyim dari PAN maka pencalonannya digantikan oleh saya. Tentu di sini bukan persoalan menang atau kalah, tetapi kita bertanggung jawab atas PAN sebagai partai pemenang. Dan untuk Said Hasyim pintu sudah tertutup jika dia mau kembali ke PAN,” tandasnya lagi.

Sementara itu salah seorang kader partai PAN, Tedjo juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap Said Hasyim yang mundur dari PAN. ”Sebagai partai pemenang, kami berharap dia maju. Dengan dia mengundurkan diri tanpa alasan jelas, kami sebagai kader kecewa, karena PAN merupakan partai pertama yang memberikan dia rekomendasi untuk maju dalam pilkada,” ucap Tedjo.

Sementara itu Said Hasyim mengatakan alasan dirinya mengundurkan diri adalah karena pilihan hati. Dirinya mengaku saat ini sudah bergabung dengan Partai Golkar. ”Saya didukung Golkar juga, saya disuruh pilih antara Golkar atau PAN, saya pilih ke Golkar,” ujar Said melalui sambungan telepon Senin (29/6/2020).

Diakui Said sebelumnya dirinya sudah menjadi bergabung dengan partai PAN sejak tahun 2015 dan saat ini dirinya memilih untuk bergabung di partai Golkar. ***

Editor:
Akham Sophian

Kategori : Politik, Meranti
wwwwww