Home > Berita > Umum

Pulang Merantau dari Malaysia, Pria Ini Sukses Persunting 2 Wanita Sekaligus

Pulang Merantau dari Malaysia, Pria Ini Sukses Persunting 2 Wanita Sekaligus

Saepul Bahri saat akan akad nikah dengan dua istrinya; Musitiawati (kanan) dan Hairani (kiri), Sabtu (20/6/2020)/LOMBOKPOST

Senin, 22 Juni 2020 19:53 WIB

NTB, POTRETNEWS.com — Pria yang satu ini mungkin bisa dikatakan beruntung dan membuat banyak lelaki lain iri. Saepul Bahri, pria berusia 28 tahun asal Dusun Bakong Dasan, Desa Lembar Kecamatan Lembar, kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) itu baru saja menikahi dua orang wanita sekaligus yakni Mustiawati dan Hariani secara bersamaan.

Kebahagian Saepul dan kedua istrinya itu tampak dalam foto dan video pernikahannya yang beredar luas. Saepul menceritakan bahwa awalnya ia berpacaran dengan Mustiawati yang merupakan sepupu Hariani. Namun ternyata, dia juga menaruh hati pada Hariani.

Saepul mengaku menikahi istrinya Mustiawati dan Hariani setelah pacaran tiga bulan tanpa berkunjung alias ngagel seperti orang pacaran pada umunya. Saepul menjalin kasih hanya lewat sambungan telepon. ”Nggak midang (ngapel, red). Hanya lewat telepon saja pacarannya,” bebernya, seperti dilansir dari lombokpost.jawapos.com.

Bermodal emas kawin masing-masing Rp 2 juta dan uang pisuka masing-masing Rp3,5 juta, akad nikah pun berlangsung dengan disaksikan warga setempat.

Sebelum mempersunting kedua istrinya itu, dia bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) di negeri jiran, Malaysia dan pulang ke tanah air kira-kira enam bulan yang lalu. Di sana, Saepul menghabiskan waktu selama 9 tahun untuk mengumpulkan uang sebagai modal membangun rumah dan biaya menikah.

”Saya tidak pernah ada rencana menikah dengan dua orang. Tapi saya suka dua-duanya. Makanya terjadi begitu saja,” ucapnya polos.

Saat ditanya apakah sang istri bersedia tinggal seatap dengan sepupunya yang juga menjadi istri suaminya, Mustiawati mengaku tidak keberatan. Ia pun mengaku tak menaruh cemburu pada Hariani karena ia sudah tahu betul karakter sepupunya tersebut.

Hariani adalah perempuan baik. Ia telah lama hidup tanpa kasih sayang seorang ayah. Ayahnya meninggal sejak Hariani masih kecil. Mereka berdua main bersama hingga menikah dengan lelaki yang sama tepat di usia ke-23. “Insya Allah bisa,” jawabnya ketika ditanya apakah ia siap berbagi suami dan kehidupan hingga hari tua nanti. ***

Editor:
A Roni

Kategori : Umum
wwwwww
www.amsi.or.id