Belinya Cuma Rp700 Ribu di Batam, Pria Ini Jual Kembali Motor Curian ke Warga di Riau hingga Rp8 Juta per Unit

Belinya Cuma Rp700 Ribu di Batam, Pria Ini Jual Kembali Motor Curian ke Warga di Riau hingga Rp8 Juta per Unit

Hadra (tengah) penadah motor curian saat konferensi pers kasus curanmor di Pondok Sagulung, baru-baru ini/TRIBUNBATAM.id

Sabtu, 20 Juni 2020 08:20 WIB

BATAM, POTRETNEWS.com — Tergiur keuntungan besar, seorang pengangguran di Batam nekat jadi penadah hasil motor curian. Kendaraan roda dua hasil curian itu dijual oleh Hadra Zulferi ke luar Pulau Batam.

Dia diamankan oleh jajaran Polsek Sagulung atas kasus curanmor antarpulau pada Sabtu (6/6/2020) lalu, dengan tersangka Benny Aritonang dan Johannes Panjaitan.

Saat Polsek Sagulung melaksanakan press rilis, Hadra mengaku dia baru dua tahun menjadi penadah motor. Ia berkoordinasi dengan pelaku curanmor yang beroperasi di Batam.

Motor hasil curian di Batam, semuanya dijual ke luar pulau. Hadra menceritakan, untuk satu unit motor curian jenis bebek dengan kondisi mulus, dibelinya dari pelaku curanmor paling mahal Rp700 ribu. Selanjutnya motor tersebut diperbaiki dan dijual kembali.

”Kalau motor curian otomatis kuncinya rusak, jadi diperbaiki dulu, kuncinya diganti,” kata Hadra, seperti dilansir Tribunbatam.id. Setelah kondisi motor bagus, Hadra mengirim motor tersebut melalui kapal kayu yang datang ke Batam dari Riau. Alasannya mau pulang kampung.

Setelah motor sampai di Riau, motor tersebut dijual kepada masyarakat. Untuk mengelabui pembelinya, Hadra mengatakan surat motor belum keluar dan masih dalam pengurusan. Untuk satu unit motor Honda Beat Hadra berhasil menjual Rp 6 juta sampai dengan Rp 8 juta. Selama 2 tahun menggeluti bisnis ini, dia mengaku sudah tidak ingat siapa saja yang membeli motornya.

”Kalau motor sudah laku saya langsung tinggal dan tidak ke sana lagi," kata Hadra. Sementara untuk hasil penjualan motor, Hadra menggunakannya untuk keperluan pribadi dan modal usaha jual beli motor curian. Dia mengaku nekat menjadi penadah motor curian karena susah mencari kerja. ”Basic saya hanya sopir kadang ada kerjaan, kadang tidak ada. Sementara saya butuh makan,” pungkas Hadra. ***

Editor:
Akham Sophian

Kategori : Hukrim
wwwwww
www.amsi.or.id