Nelayan di Pesisir Riau Diperdaya Sindikat Narkoba Internasional untuk Menjemput Sabu di Tengah Laut
![]() |
Gambar hanya ilustrasi, tidak terkait dengan berita/REPUBLIKA.co.id |
PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Sindikat narkoba internasional semakin agresif memasok sabu dari Malaysia. Daerah pesisir, seperti Bengkalis, Kota Dumai, dan Rokan Hilir menjadi pilihan karena garis pantai panjang di daerah tersebut.
Kota Pekanbaru selalu menjadi tujuan edar atau sebagai transit ke Medan, Sumatra Utara hingga Pulau Jawa. Hal ini membuat Badan Narkotika Nasional (BNN) menjaga ketat daerah itu bekerjasama dengan Polda Riau, Bea Cukai hingga TNI Angkatan Laut.Sejak Sabtu lalu, 13 Juni 2020, BNN menyebut sudah ada 50 kilogram sabu gagal beredar. Penangkapan dilakukan di Bagansiapiapi, Rokan Hilir, serta tengah laut antara Bengkalis dengan Kota Dumai.Di Rokan Hilir, BNN menangkap dua tersangka dengan barang bukti 20 kilogram sabu. Serpihan putih berbentuk kristal itu baru saja masuk dari Malaysia menggunakan kapal dan dijemput memakai perahu di tengah laut.Menurut Deputi Berantas BNN Irjen Arman Depari, sindikat narkoba internasional biasanya memanfaatkan jasa nelayan. Perahu nelayan disewa lengkap dengan peralatan tangkap ikan untuk mengelabui petugas. Sampai di darat, kurir menjemput sabu untuk disimpan di gudang. Barang baru dikeluarkan jika ada perintah membawa dari bandar atau sudah ada pembelinya.Akham Sophian

























