Home > Berita > Umum

Kisah Pebasket Terkenal Dunia Putuskan Masuk Islam di Masa Kejayaannya Berkat Mempelajari Alquran

Kisah Pebasket Terkenal Dunia Putuskan Masuk Islam di Masa Kejayaannya Berkat Mempelajari Alquran

Kareem Abdul-Jabbar.

Senin, 08 Juni 2020 10:41 WIB

POTRETNEWS.com — Sebagai seorang pebasket terkenal di dunia, Ferdinand Lewis Alcindor atau dikenal sebagai Lew Alcindor mengenang kembali masa transisinya berpindah agama ke Islam.

”Saya lahir sebagai Ferdinand Lewis Alcindor, Jr. Lew Alcindor. Sekarang saya Kareem Abdul-Jabbar, sebuah manifestasi dari sejarah, budaya, dan kepercayaan saya di Afrika,” ujar mantan bintang La Lakers itu.

Menurutnya, perubahan nama itu bukan hanya ”pergantian merek”, tapi jauh melampaui transformasi hati, pikiran dan jiwa. Sebagai selebriti dan bintang olah raga pada masanya, ia ingat betul banyak yang menentang keputusan rohaniahnya.

Terlebih sambungnya, di Amerika, agama Islam dianggap sebagai agama yang tak sejalan dengan budaya dan sosial. ”Saya tahu itu, tapi, setelah menjadi Muslim sejak lebih dari 40 tahun lalu, saya memutuskan masih membela pilihan saya,” tambah dia, seperti dilansir republika.co.id.

Mengutip Al Jazeera, Sabtu (6/6/2020) dia mencontohkan kesulitan hidup di masa kuliahnya sebagai masa awal mengenal Islam. Terlebih, ketika masih sulitnya kulit hitam di Amerika mendapat pengakuan pada medio 1960-an. Bahkan, ketika terjadi kerusuhan ras di Detroit yang sempat menewaskan 43 orang dan ribuan orang luka lainnya.

Dia menambahkan, seiring transformasi Malcolm X sebagai pemimpin politik menjadi Muslim, hal itu membuka pikirannya dan berusaha mencari identitasnya lebih dalam.

Bahkan, saat dia mendalami The Autobiograph of Malcolm X, ia menjadi terpikirkan mengenai Quran. ”Saya mulai belajar Quran,” tuturnya. Dalam perjuangannya mencari kebenaran itu, Lew yang saat itu tengah dikenal sebagai bintang dari olah raga basket, banyak mendapat kesalahan serius, selain dari pertentangan yang didapatnya.

Namun ia percaya, untuk mencari jalan lurus, memang diperlukan jalan memutar dan penuh rintangan.

”Seperti yang dikatakan Malcolm X, ‘Saya kira pria berhak mempermalukan dirinya sendiri jika dia siap membayar biayanya,” ungkap dia.

Walhasil, pada 1971, ketika ia berusia 24 tahun ia memutuskan untuk menjadi Muslim dan mengubah Namanya menjadi Kareem Abdul-Jabbar (yang berarti "yang mulia, hamba Yang Mahakuasa").***

Editor:
A Roni

Kategori : Umum
wwwwww
www.amsi.or.id