Home > Berita > Umum

Gara-gara Proyek Rp17 Miliar, Wakil Bupati Aceh Tengah Mengamuk dan Ancam Bunuh Bupatinya

Gara-gara Proyek Rp17 Miliar, Wakil Bupati Aceh Tengah Mengamuk dan Ancam Bunuh Bupatinya

Ilustrasi/INTERNET

Sabtu, 16 Mei 2020 08:16 WIB
ACEH TENGAH, POTRETNEWS.com — Daftar konflik antara kepala daerah dengan wakilnya, bertambah panjang. Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar dan keluarga diancam dibunuh oleh wakil bupati, Firdaus. Menurut Shabela, ancaman pembunuhan itu dilontarkan wakilnya saat dia sedang menggelar rapat dengan sejumlah dinas di ruang tamu Pendopo Bupati terkait penanganan virus corona dan bencana banjir pada Rabu (13/5/2020) malam.

”Saya tidak tahu kenapa, saat kami sedang rapat membahas masalah bencana banjir bandang dan Covid-19, tiba-tiba Saudara Firdaus datang dan berteriak dengan kata-kata tidak pantas,” katanya, Kamis (14/5/2020), seperti dilansir kompas.com.

”Dia (Firdaus) kemudian menyebut kami yang ada di Pendopo dengan sebutan hewan, lalu mengancam bunuh saya dan anak saya,” tambah Shabela.

Karena adanya ancaman serius itu, ia berencana melaporkan wakilnya tersebut ke polisi. ”Siapa yang terima ada yang datang tidak sopan. Memaki-maki dan mengancam bunuh?" kata Shabela.

Sementara secara terpisah, Wakil Bupati Aceh Firdaus mempersilakan bupati tersebut untuk melaporkannya ke polisi. Dia dengan tegas mengaku siap menghadapinya. "Silakan, saya siap menghadapi. Namun, saya juga akan melaporkan Shabela terkait kasus yang lebih besar dari kasus ini," kata Firdaus. Firdaus mengatakan, alasannya emosi saat itu karena selama ini merasa tak dianggap kedudukannya sebagai wakil bupati.

”Saya tidak ingat ada mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas, apalagi mengancam. Namun, saya meluapkan kekesalan saya kepada bupati, karena merasa tidak dihargai sebagai wakilnya," kata Firdaus.

Firdaus mengaku tidak bisa menahan emosi lantaran proyek senilai Rp 17 miliar yang dikerjakan sejumlah instansi tak melibatkan dirinya.

”Ini kegiatan Dinas Kesehatan dan RSU Datu Beru, tidak ada koordinasi dengan saya selaku wakilnya. Ini kan tidak pantas," sebut Firdaus.

Selain masalah proyek, ia menilai Shabela juga ingkar janji terhadap komitmennya saat maju mencalonkan diri sebagai pasangan kepala daerah.

”Kita punya komitmen tertulis dan tidak tertulis saat kita calon sampai saat baru menjabat. Saya rasa komitmen tertulis itu sudah dibuang oleh dirinya (Shabela)," kata Firdaus. ”Ada beberapa dinas yang kewenangannya menjadi kewenangan saya, ada sekitar delapan dinas. Namun, ternyata tidak sesuai kesepakatan,” pungkas Firdaus. ***

Editor:
A Roni

Kategori : Umum
wwwwww
www.amsi.or.id