PotretNews.com Selasa 02 Juni 2020
Home >  Berita >  Meranti

Buaya yang Diduga Pemangsa Nelayan Kabupaten Meranti Ditangkap, Saat Dibelah Isi Perutnya Mengejutkan

Buaya yang Diduga Pemangsa Nelayan Kabupaten Meranti Ditangkap, Saat Dibelah Isi Perutnya Mengejutkan

Buaya yang ditangkap beramai-ramai oleh warga Kampung Teluklanus, Kecamatan Sungaiapit, Kabupaten Siak. (ANTARA)

Senin, 27 April 2020 15:42 WIB

SIAK, POTRETNEWS.com — Buaya besar sepanjang kira-kira empat meter yang diduga telah memangsa seorang nelayan warga Kabupaten Kepulauan Meranti berhasil ditangkap.

Penangkapan hewan ganas tersebut dilakukan oleh penduduk Kampung Teluklanus, Kecamatan Sungaiapit, Kabupaten Siak, Riau, pada Ahad (26/4/2020).

”Buaya sudah ditangkap," kata Camat Sungaiapit, Wahyudi ketika dihubungi dari Siak, Senin. Sebelumnya seorang warga Meranti yang bekerja sebagai nelayan ditemukan potongan kaki sebelah kirinya.

Kemudian dilakukan pencarian di lokasi Teluklanus yang berseberangan laut dengan Kabupaten Kepulauan Meranti.

Dilansir dari riau.antaranews.com, dalam pencarian tersebut terlihat warga menggunakan kapal tradisional menyusui parit-parit rawa daerah Teluklanus tersebut. Dengan beberapa kapal masyarakat menggunakan jala dan kail besi untuk menaklukkan buaya besar tersebut.

Setelah berhasil ditangkap, buaya tersebut diangkat ke darat dan digotong ramai-ramai oleh masyarakat. Kemudian mereka membuka perut buaya yang diduga memangsa bagian tubuh lain korban.

Setelah beberapa lama akhirnya dilakukan pembelahan perut buaya tersebut dengan menggunakan parang atau golok. Selanjutnya memang ditemukan sejumlah bagian tubuh yang diduga adalah korban.

Hasilnya ada sejumlah dua tangan, kepala, dan badan yang ditemukan dalam perut buaya tersebut. Sedangkan kaki sebelah kanan tidak ditemukan, hanya sebelah kiri yang ditemukan sebelum buaya ditangkap.

Selama pencarian pihak keluarga korban dari Selatpanjang, Meranti ikut mendampingi hingga potongan tubuh ditemukan. Setelah dimasukkan ke karung dilakukan serah terima kepada pihak keluarga. ***

Editor:
Akham Sophian

       
        Loading...    
           
Kategori : Meranti, Siak, Umum
Loading...
www www