Tetap Eksis meski Sering Digerebek, Kampung Narkoba Ini Punya Tower Intai dan 3 Lapis Gerbang, Mirip Markas Kartel Kolombia

Tetap Eksis meski Sering Digerebek, Kampung Narkoba Ini Punya Tower Intai dan 3 Lapis Gerbang, Mirip Markas Kartel Kolombia

Tower di kampung narkoba yang dibakar polisi. (ISTIMEWA VIA DETIK.com)

Minggu, 26 April 2020 10:06 WIB

PALANGKARAYA, POTRETNEWS.com — Perdagangan narkoba di Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng) tak kunjung surut meski aparat kepolisian menggencarkan operasi pemberantasan.

Di kampung narkoba Kecamatan Pahandut, misalnya. Kendati sudah beberapa kali digerebek, aktivitas di kawasan yang di-setting bandar ala markas kartel narkoba di Kolombia, tetap berjalan.

”Lokasi ini rupanya sudah merupakan target operasi dan sudah berkali-kali dilakukan penggerebekan tingkat polda maupun polres," kata Kapolresta Palangkaraya, Kombes Dwi Tunggal Jaladri, Ahad (26/4/2020), dilansir dari detikcom.

Keberadaan kampung narkoba ini meresahkan masyarakat. Meski begitu, tidak bisa sembarang orang bisa masuk kampung di daerah Puntun, Kelurahan/Kecamatan Pahandut, ini.

Kombes Dwi mengatakan kampung narkoba ini memiliki tiga lapis gerbang masuk yang dijaga anggota sindikat narkoba Puntun. Di tiap pos sudah ada mata-mata para bandar yang dibekali handy talkie dan drone.

”Memang kampung narkoba di sini seperti di Kolombia, yang ada pakai pos pantau, pakai tower, pakai pos 1, pos 2, pos 3. Dan tiap polisi masuk ke sana kalau cuma 10 orang pasti dikeroyok sama bandar di sana," ucapnya.

Dalam penggerebekan yang dilakukan pada Kamis (23/4) ini, polisi menangkap lima orang yang mencoba menghalangi petugas. Mereka bahkan sudah berkali-kali ditangkap. Namun tidak ada barang bukti narkoba karena mereka berperan sebagai mata-mata.

”Jadi memang tugasnya hanya memata-matai apabila ada orang dicurigai dari tepi jalan sampai lokasi itu ada jaraknya 3 km hingga lokasi," ujar dia.

Polisi masih mendalami pemilik lokasi ini. Para bandar yang hendak ditangkap kabur karena mereka sudah mempersiapkan akses tersebut di kampung narkoba ini.

”Bandar masih kita kembangkan karena saat kita gerebek mereka melarikan diri. Dan akses melarikan diri ada (hanya) barang bukti yang ditinggal. Akses untuk melarikan diri ada yang lewat hutan dan sungai. Memang ada speed (boat) di belakang itu yang akan dipakai apabila ada penggerebekan langsung melarikan diri," ungkap Kombes Dwi.

Akhirnya petugas membakar kampung narkoba yang dijadikan lokasi transaksi dan pemakaian sabu ini. Selain 5 orang, petugas mengamankan 16 paket sabu, 20 alat isap sabu, senapan, senjata tajam katana, dan uang tunai Rp 16 juta. ***

Editor:
Akham Sophian

Kategori : Hukrim
wwwwww
www.amsi.or.id