Home > Berita > Umum

Pekanbaru Dikepung Asap, IMM Bagikan Masker ke Sekolah-sekolah

Pekanbaru Dikepung Asap, IMM Bagikan Masker ke Sekolah-sekolah

Pengurus IMM Kota Pekanbaru bersama murid Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah.

Jum'at, 09 Agustus 2019 19:56 WIB

PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Pekanbaru membagikan masker kepada anak-anak sekolah dasar.

Sekolah yang disasar yakni Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 1 di dan Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 2 di belakang Kantor Polsek Kecamatan Rumbai.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (8/8/2019) pagi pukul 09:00 hingg 12:00 WIB, bukan saja sekadar membagikan masker kepada anak-anak madrasah ibtidaiyah, tetapi juga memberikan edukasi dan pemahaman kepada pelajar.

Kegiatan ini bekerja sama dengan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Nasyiatul Aisyiah (NA), Hizbul Wathan HW), MDMC, Lazismu, dan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Muhammadiyah Riau (Mapala Umri).

Alpin Jarkasi Husein Harahap selaku kapten kegiatan menyampaikan bahwa pembagian masker medis ini merupakan salah satu cara untuk mengantisipasi dampak penyakit akibat dipicu oleh kabut asap.

Menurut dia, pada Ahad (4/8/2019) kegiatan serupa telah dilakukan di CFD Jalan Sudirman Pekanbaru, mulai dari flyover depan Gramedia hingga ke bundaran Zapin di depan Kantor Gubernur Riau.

Sementara, Ketua Bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Cabang IMM Kota Pekanbaru, Vidia Mutiara mengatakan, dampak asap di Provinsi Riau khususnya Kota Pekanbaru, belum juga menemui titik terang.

Karena itu, pihaknya terus melakukan upaya-upaya di luar pemerintah dengan melakukan sosialisasi, memberikan edukasi serta membagikan masker medis kepada siswa-siswi di dua sekolah tersebut.

Sosialisasi dan pembagian masker dilakukan di MIM 1 dan MIM 2, kata Vidia, disebabkan anak-anak yang berusia 10 tahun sangat rentan terkena ISPA.

Akan tetapi, menurut dia, permasalahan tidak akan selesai dengan membagikan masker saja. Seharusnya dengan kegiatan yang dilakukan IMM, Pemerintah Provinsi Riau merasa bersalah karena belum juga mampu menyelesaikan karhutla yang ada di Riau.

”Data terakhir, masyarakat yang menelan penyakit akibat kabut asap hampir mencapai 8000 jiwa. Maka daripada itu, kami terus mendesak dan mendukung upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Riau untuk menangani persoalan ini sampai selesai. Dan kita berharap agar setiap progres disampaikan kepada masyarakat,” tandasnya.

Kategori : Umum, Pekanbaru
wwwwww
www.amsi.or.id