Minta Pembakar Hutan dan Lahan Ditindak Tegas, Warga Riau Berharap Sekolah Diliburkan
![]() |
Sejumlah orang anak sekolah dasar di Kelurahan Terkul, Kecamatan Rupat, Bengkalis, Riau, berangkat ke sekolah dalam kondisi diselimuti kabut asap tebal, sebelum mereka diliburkan, Senin (25/2/2019). (KOMPAS.com) |
Rabu, 31 Juli 2019 17:19 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Warga di Kota Pekanbaru kini resah dan meminta gubernur Riau segera menindak tegas para pelaku pembakar hutan dan lahan karena telah menimbulkan kabut asap yang dampaknya banyak warga mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
"Kami sudah terpapar ISPA sesuai diagnosa dokter yang memberikan pelayanan pada fasilitas kesehatan tingkat pertama itu, jika dibiarkan berlarut mungkin kami tidak bisa bekerja efektif lagi dan begitu juga dikhawatirkan anak-anak kami juga sudah terpapar," kata Amanda, warga Kota Pekanbaru, di Pekanbaru, Rabu.Menurut Amanda, seperti juga dikeluhkan Vienty, salah seorang karyawan BUMN di kota itu, anak-anaknya masih belajar di sekolah dan sangat berpotensi akan menghirup asap akibat pembakaran hutan dan lahan itu.Jika perlu, katanya, anak-anak diliburkan dulu, dan lebih baik dijaga serta diawasi oleh orang tua mereka masing-masing guna mengurangi asap yang terhirup itu."Anak perlu diliburkan sekolah, jangan dibiarkan seperti ini terus menghirup asap, sepertinya, Pemrov Riau sedikit lengah, sehingga masih banyak oknum masyarakat atau perusahaan yang kini sewenang-wenang membakar lahan," katanya.Berdasarkan data BMKG Stasiun Pekanbaru, kabut asap yang meliputi Pekanbaru berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Palalawan yang berada di selatan Pekanbaru."Dari pantauan satelit, Pekanbaru dan Pelalawan berasap. Kendati demikian, jumlah titik panas indikasi kebakaran hutan dan lahan di Riau menurun menurut pantauan satelit. Pada Rabu pagi satelit hanya mendeteksi 10 titik panas di Riau, jauh lebih sedikit ketimbang jumlah titik panas yang terpantau pada Selasa (30/7/2019), sebanyak 60 titik panas.Titik panas terpantau di lima wilayah yakni Kabupaten Pelalawan, Kampar, Rokan Hilir, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir. Daerah paling banyak adalah Pelawan dengan empat titik panas. Sementara Kabupaten Indragiri Hilir punya tiga titik panas, dan Rokan Hilir, Indragiri Hulu, dan Kampar masing-masing punya satu titik panas.Sementara titik api indikasi kebakaran paling banyak ada di Indragiri Hilir (tiga). Pelalawan dan Rokan Hilir masing-masing hanya punya satu titik api.BMKG juga memantau kualitas udara di Pekanbaru menurun dari kondisi sehat ke sedang akibat kabut asap. Pada pagi hari asap biasanya pekat, namun berangsur menurun kepekatannya pada siang hari. ***Berita ini telah tayang di antaranews.com dengan judul "Warga minta Gubernur Riau segera tindak tegas pelaku pembakar lahan"Editor:
Akham Sophian






















