Melepas Rindu Makan Kerak Telor di Pekanbaru

Melepas Rindu Makan Kerak Telor di Pekanbaru

Penjual kerak telor di pertigaan lampu merah Jalan Harapan Raya-Jalan Kapling/Samarinda. (POTRETNEWS.com/RIADY S)

Minggu, 04 Agustus 2019 11:37 WIB
Riady S

PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Siapa yang tidak kenal dengan kerak telor? Jajanan khas Betawi ini tak hanya digemari warga Jakarta, warga luar Jakarta pun banyak yang menggemarinya.

Sekarang, jajanan mirip telor dadar ini hadir di Kota Pekanbaru. Bagi warga perantau asal Jakarta yang rindu masakan kampung halaman, bisa datang ke Jalan Harapan Raya (pertigaan lampu merah Jalan Harapan Raya-Jalan Kapling/Samarinda, red).

Pembeli cukup merogoh kocek Rp15.000, sudah dapat menikmati seporsi kerak telor yang memiliki rasa telur, ebi dan bawang goreng yang khas.

"Saya sudah berjualan kerak telur ini dua tahun sejak 2017. Dapat resep kerak telor ini ketika suami pergi merantau ke Jakarta. Lalu saya terpikir untuk mencoba membuka gerai di Kota Pekanbaru, dan saya coba di sini. Eh, ternyata peminatnya cukup banyak,” tutur Heni Susiani, 51, kepada potretnews.com, Sabtu (3/8/2019) malam.

https://www.potretnews.com/assets/imgbank/04082019/potretnewscom_bxu7r_1639.jpg

Menjual kerak telor dengan hanya menyewa emperen bagian depan rumah toko (ruko) tidak selamanya membuat usaha seseorang terpuruk. Buktinya Bu Heni, demikian sapaan akrabnya, mampu membangun ekonomi keluarga. Paling tidak, usaha yang dilakukan diminati para pembeli.

Setiap hari mulai dari pukul 17:00 WIB sampai dengan pukul 24:00 WIB, dia menggelar dagangannya di tempat itu. Harga seporsinya kerak telornya pun sangat terjangkau dan tidak perlu merogoh saku Anda terlalu dalam. Harga satu porsi kerak telor ayam dibanderol Rp15.000, sedangkan kerak telor bebek Rp20.000.

Kerak telor buatan Heni yang gurih dan nikmat telah berhasil memikat banyak warga Pekanbaru. Malam itu, dia terlihat sibuk melayani pembeli, termasuk wartawan potretnews.com.

Tangannya begitu cekatan mengolah makanan yang berbahan dasar telur ayam ataupun telur bebek dengan campuran serundeng (kelapa parut yang di gongseng) dan dengan tambahan beras ketan yang sudah di rendam satu malam dan udang ebi halus yang sudah di blender, kemudian dimasak di dalam wajan menggunakan anglo (tungku api tradisional).

”Rasa kerak telor ini sangat unik, seperti makan telur dadar tapi uniknya di sini ada serundengnya dan beras ketannya begtu empuk, pokoknya enak,” ujar salah seorang pembeli. ***

Kategori : Pekanbaru, Umum
wwwwww
www.amsi.or.id