Kabut Asap Karhutla Selimuti Kota Pekanbaru, Jarak Pandang Terganggu, Warga: Bau Gambut Terasa di Hidung…
![]() |
Kondisi kabut asap akibat karhutla terlihat cukup pekat di ruas Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (25!7/2019) pagi. (KOMPAS.com) |
Kamis, 25 Juli 2019 12:40 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Kabut asap akibat bencana kebakaran hutan dan lahan ( karhutla) menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (25/7/2019). Kabut asap cukup pekat, yang mengganggu jarak pandang pengendara di jalanan.
Salah satu pengendara sepeda motor, Yutima Cebua (40) mengaku, kaget saat keluar rumah melihat kabut asap.
”Tadi saya pas mau ke pusat kota kabut asap parah. Ini kan kabut asap kebakaran hutan. Enggak mungkin asap dapur sampai merebak kayak gini," ucap Yutima, saat ditemui Kompas.com, di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Kamis.
Dia mengaku, jarak pandangnya terganggu akibat asap tersebut. Asap ini juga terasa menyengat. ”Bau gambut terasa di hidung. Menyengat baunya. Saya bawa motor jadi terganggu," ujar Yutima, warga Kecamatan Tampan, Pekanbaru.
Oleh karena itu, dia berharap pemerintah agar dapat mengatasi bencana karhutla tersebut. "Ya, harapan saya supaya api cepat padam, agar tidak ada asap lagi. Dan semoga bisa diatasi pemerintah," ucap Yutima.
Pantauan media, kondisi kabut asap di Pekanbaru cukup pekat. Terlihat banyak pengendara yang sudah mengenakan masker. Hingga saat ini, Tim Satgas Karhutla Riau masih berjibaku memadamkan api karhutla di sejumlah wilayah. Dua wilayah di antaranya, Kabupaten Siak dan Pelalawan. Kebakaran gambut ini mengeluarkan asap. Bahkan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Riau, Edwar Sanger mengaku karhutla di Pelalawan sulit dipadamkan.
”Ada satu titik api di Pelalawan yang tidak bisa dijangkau tim darat. Tidak ada akses, karena semak belukar dan rawa. Sehingga kami kirim satu heli water bombing," kata Edwar Sanger, Selasa (23/7/2019) lalu.
Sementara itu, untuk pagi ini, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi empat titik panas (hotspot) di Riau. Empat titik panas itu terdapat dua titik di Kabupaten Pelalawan dan dua titik di Siak.
BMKG juga mencatat, jarak pandang mendatar di Kota Pekanbaru enam kilometer. Selain itu, Kota Dumai dan Pelalawan, jarak pandang juga enam kilometer. Namun, di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) jarak pandang lima kilometer dan udara kabur. ***
Berita ini telah tayang di kompas.com dengan judul "Kabut Asap Karhutla Selimuti Kota Pekanbaru, Jarak Pandang Warga Terganggu"
Editor:
Akham Sophian
Salah satu pengendara sepeda motor, Yutima Cebua (40) mengaku, kaget saat keluar rumah melihat kabut asap.
”Tadi saya pas mau ke pusat kota kabut asap parah. Ini kan kabut asap kebakaran hutan. Enggak mungkin asap dapur sampai merebak kayak gini," ucap Yutima, saat ditemui Kompas.com, di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Kamis.
Dia mengaku, jarak pandangnya terganggu akibat asap tersebut. Asap ini juga terasa menyengat. ”Bau gambut terasa di hidung. Menyengat baunya. Saya bawa motor jadi terganggu," ujar Yutima, warga Kecamatan Tampan, Pekanbaru.
Oleh karena itu, dia berharap pemerintah agar dapat mengatasi bencana karhutla tersebut. "Ya, harapan saya supaya api cepat padam, agar tidak ada asap lagi. Dan semoga bisa diatasi pemerintah," ucap Yutima.
Pantauan media, kondisi kabut asap di Pekanbaru cukup pekat. Terlihat banyak pengendara yang sudah mengenakan masker. Hingga saat ini, Tim Satgas Karhutla Riau masih berjibaku memadamkan api karhutla di sejumlah wilayah. Dua wilayah di antaranya, Kabupaten Siak dan Pelalawan. Kebakaran gambut ini mengeluarkan asap. Bahkan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Riau, Edwar Sanger mengaku karhutla di Pelalawan sulit dipadamkan.
”Ada satu titik api di Pelalawan yang tidak bisa dijangkau tim darat. Tidak ada akses, karena semak belukar dan rawa. Sehingga kami kirim satu heli water bombing," kata Edwar Sanger, Selasa (23/7/2019) lalu.
Sementara itu, untuk pagi ini, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi empat titik panas (hotspot) di Riau. Empat titik panas itu terdapat dua titik di Kabupaten Pelalawan dan dua titik di Siak.
BMKG juga mencatat, jarak pandang mendatar di Kota Pekanbaru enam kilometer. Selain itu, Kota Dumai dan Pelalawan, jarak pandang juga enam kilometer. Namun, di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) jarak pandang lima kilometer dan udara kabur. ***
Berita ini telah tayang di kompas.com dengan judul "Kabut Asap Karhutla Selimuti Kota Pekanbaru, Jarak Pandang Warga Terganggu"
Editor:
Akham Sophian






















