PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Ketua Association of Indonesian Tour and Travel Agency (Asita) Riau, Dede Firmansyah mengaku heran dengan maskapai yang sampai saat ini tak juga menurunkan harga tiket pesawat meski terjadi penurunan jumlah penumpang.
”Padahal jumlah penumpang terus mengalami penurunan, tapi kenapa maskapai penerbangan tetap tak mau menurunkan harga," ujar Dede, Rabu (23/1/2019).
Dia mengatakan sebelumnya memang sudah ada wacana penurunan tiket dari pihak maskapai, namun ternyata sampai saat ini harga tiket domestik masih tetap mahal.”Mereka sebut alasannya karena harga avtur yang mahal, padahal maskapai internasional buktinya tidak alami perubahan. Harga avtur kan berlaku global," kata Dede.Lebih lanjut dikatakannya, harga tiket ini berpengaruh terhadap pola liburan masyarakat. Banyak masyarakat memilih destinasi liburan. Hal ini dikarenakan selisih harga tiket yang cukup signifikan.
"Sebagai penyedia jasa, tentu kita ikuti konsumen yang ingin bepergian ke luar negeri," ujar Dede lagi.Ia mengkhawatirkan mahalnya harga tiket ini akan berpengaruh kepada tingkat wisatawan domestik. Target-target dari Kementerian Pariwisata tentu sulit dicapai."Mungkin perlu ada komunikasi antara Menteri Pariwisata dengan Menteri Perhubungan supaya harga tiket ini bisa disesuaikan," katanya.Sementara itu, Executive General Manager Bandara SSK II, Jaya Tahoma Sirait mengatakan hingga tanggal 21 Januari kemarin, sebanyak 433 penerbangan di Bandara setempat dibatalkan. Terdiri 429 penerbangan domestik dan 4 penerbangan internasional."Penyebab ratusan penerbangan ini dicancel karena memang penumpangnya sepi. Kalau penyebab penumpang sepi ya bisa karena mahalnya harga tiket pesawat domestik atau bisa jadi karena faktor lain," ungkapnya.
Disampaikan Jaya lagi, akibat tingginya harga tiket pesawat saat ini, diakuinya akan membuat target PT Angkasa Pura II dalam pengembangan Bandara SSK II terganggu."Dalam waktu dekat padahal kita akan menambah kapasitas terminal. Kalau kapasitas terminal ditambah dan penumpang tidak ada bagaimana. Sedangkan penambahan kapasitas terminal itu ada biayanya. Pengembalian biaya investasi, kalau penumpang gak ada tentu relatif tidak tercapai," ungkapnya. ***
Artikel ini telah tayang di gatra.com dengan judul "Meski Penumpang Anjlok, ASITA Riau Heran Maskapai Tak Turunkan Harga Tiket"Editor:Akham Sophian