YLKI: Pemborosan akibat Manajemen Tata Kelola yang Buruk Jangan Dibebankan ke Konsumen
![]() |
Ilustrasi Bandara SSK II Pekanbaru. |
Sabtu, 26 Januari 2019 12:29 WIB
JAKARTA, POTRETNEWS.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai inefisiensi biaya operasional maskapai seharusnya tak berdampak pada tarif pesawat terbang bagi konsumen.
Pasalnya, tata kelola perusahaan yang buruk adalah kesalahan manajemen, dan seharusnya menjadi tanggung jawab maskapai seutuhnya.Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi memberi contoh biaya sewa pesawat (leasing) yang dilakukan maskapai. Ia berkisah, terdapat satu maskapai yang memiliki biaya leasing 20 persen lebih mahal dibanding maskapai lainnya. Hal ini, lanjut dia, terungkap saat dia bertemu Dewan Pertimbangan Presiden (wantimpres) beberapa waktu lalu terkait tarif tiket pesawat terbang."Ini kan kesalahan masa lalu dari manajemen maskapai, sehingga inefisiensi ini harusnya tidak dibebankan ke konsumen. Memang ini seharusnya dikeluarkan dari komponen tarif tiket pesawat," jelas Tulus, Jumat (25/1/2019).Ia melanjutkan, mahalnya tarif pesawat tentu akan menjadi disinsentif bagi konsumen. Hasilnya, semakin sedikit masyarakat yang mau menggunakan jasa transportasi penerbangan. Apalagi, hal ini sudah terbukti beberapa waktu yang lalu.Akham Sophian






















