Gelar Diskusi Mingguan ”KOPI”, HMI Super UIN Suska Riau Ingin Akrab dengan Media
![]() |
Foto bersama usai diskusi/ISTIMEWA. |
Senin, 03 Desember 2018 09:20 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com – Bagaimana kiat menjalin sinergi dengan media massa ternyata menarik perhatian mahasiswa yang tergabung di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Syariah & Hukum, Ushuluddin dan Fapertapet (Super) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau Cabang Pekanbaru. Lewat forum diskusi mingguan Kajian Obrolan Penuh Inspirasi (KOPI), pada Ahad (2/12/2018) malam tadi mereka bincang-bincang mengenai soal media bertempat di ruang pertemuan Yayasan Muara, Jl Garuda Sakti, Pekanbaru.Pada diskusi tersebut, penyelenggara mengundang Direktur/Penanggung Jawab Koran Online potretnews.com Mario Abdillah Khair.Diuraikan oleh Mario sebelum sesi tanya jawab yang dimoderasi Ofika Rahmat Julias, menjamurnya media massa di tengah kebebasan pers bagaikan pisau bermata dua.Di satu sisi, masyarakat dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi. Namun, di sisi lain membanjirnya informasi yang nyaris tanpa filter dapat membentuk masyarakat yang apatis. ”Media massa yang baik serta memiliki idealisme akan senantiasa mengabarkan kebenaran dan tulisan yang berimbang," kata Mario yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau Periode 2008-2012 itu.
Suasana Diskusi ”Strategi Gerakan Kader HMI dalam Bersinergi Melalui Media” yang dimoderasi Ofika Rahmat Julias (kiri)/ISTIMEWAPria pemegang Sertifikat Wartawan Utama Dewan Pers ini menegaskan, potretnews.com sebagai media massa siber/online membuka pintu selebar-lebarnya kepada aktivis mahasiswa untuk berpartisipasi.Dia yakin dengan pertumbuhan pembaca Koran Online potretnews.com yang mencatatkan angka hingga ratusan ribu pengunjung setiap harinya (lima besar di Riau dan 200 besar di Indonesia versi situs pemeringkat alexa.com, red) dapat menempatkan suara mahasiswa di posisi yang strategis sebagai salah satu agen perubahan.Pada diskusi itu, sejumlah peserta antusias bertanya kepada pembicara. Di antara, apa yang dimaksud pers menurut undang-undang, bagaimana caranya agar kegiatan yang digelar organisasi kemahasiswaan bisa terbit di media, dan bagaimana cara menangkal berita hoax.Bahkan ada yang mempertanyakan bagaimana status berita yang ditulis oleh wartawan yang hanya memiliki surat tugas tetapi belum dibekali kartu pers. Semua pertanyaan ini dijawab oleh Mario dengan tepat dan jelas.Sebelumnya, dalam sambutan sebelum membuka diskusi, Ketua Umum HMI Komisariat Super, Muhammad Nur Latif mengatakan, kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas kader dalam bersinergi dengan media.
Ketua Umum HMI Komisariat Super, Muhammad Nur Latif (kanan) menyerahkan cendera mata/ISTIMEWAMenurut dia, kader HMI harus berani menyampaikan ide-ide agar diketahui masyarakat. Salah satu sarananya adalah lewat pemberitaan media massa. Oleh karena itu, media massa berperan besar sebagai jembatan antara mahasiswa dengan masyarakat.”Media yang baik adalah media yang mengedukasi masyarakat, artinya mendudukkan kebenaran pada posisi yang utama,” ujar pria yang akrab disapa Latif ini.Diskusi dihadiri sedikitnya 25 fungsionaris dan kader. Di antara yang terlihat hadir adalah Sekretaris Umum HMI Komisariat Super, Reski Saputra. ***
Suasana Diskusi ”Strategi Gerakan Kader HMI dalam Bersinergi Melalui Media” yang dimoderasi Ofika Rahmat Julias (kiri)/ISTIMEWAPria pemegang Sertifikat Wartawan Utama Dewan Pers ini menegaskan, potretnews.com sebagai media massa siber/online membuka pintu selebar-lebarnya kepada aktivis mahasiswa untuk berpartisipasi.Dia yakin dengan pertumbuhan pembaca Koran Online potretnews.com yang mencatatkan angka hingga ratusan ribu pengunjung setiap harinya (lima besar di Riau dan 200 besar di Indonesia versi situs pemeringkat alexa.com, red) dapat menempatkan suara mahasiswa di posisi yang strategis sebagai salah satu agen perubahan.Pada diskusi itu, sejumlah peserta antusias bertanya kepada pembicara. Di antara, apa yang dimaksud pers menurut undang-undang, bagaimana caranya agar kegiatan yang digelar organisasi kemahasiswaan bisa terbit di media, dan bagaimana cara menangkal berita hoax.Bahkan ada yang mempertanyakan bagaimana status berita yang ditulis oleh wartawan yang hanya memiliki surat tugas tetapi belum dibekali kartu pers. Semua pertanyaan ini dijawab oleh Mario dengan tepat dan jelas.Sebelumnya, dalam sambutan sebelum membuka diskusi, Ketua Umum HMI Komisariat Super, Muhammad Nur Latif mengatakan, kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas kader dalam bersinergi dengan media.
Ketua Umum HMI Komisariat Super, Muhammad Nur Latif (kanan) menyerahkan cendera mata/ISTIMEWAMenurut dia, kader HMI harus berani menyampaikan ide-ide agar diketahui masyarakat. Salah satu sarananya adalah lewat pemberitaan media massa. Oleh karena itu, media massa berperan besar sebagai jembatan antara mahasiswa dengan masyarakat.”Media yang baik adalah media yang mengedukasi masyarakat, artinya mendudukkan kebenaran pada posisi yang utama,” ujar pria yang akrab disapa Latif ini.Diskusi dihadiri sedikitnya 25 fungsionaris dan kader. Di antara yang terlihat hadir adalah Sekretaris Umum HMI Komisariat Super, Reski Saputra. *** 





















