SIAK, POTRETNEWS.com - Pihak RS Bhayangkara Pekanbaru, Riau yang dikomandoi dr. Dedi Afandi melakukan Autopsi terhadap jenazah Juhari (60), korban yang diduga dibunuh anak sulungnya. Autopsi dilakukan pihak Instalasi Kedokteran Forensik RS Bhayangkara Pekanbaru Sabtu (24/2/2018) sekira pukul 13.00-14.30 WIB siang tadi.
Kapolres Siak AKBP Barliansyah menyatakan hasil pemeriksaan menyebutkan korban meninggal bukan karena kekerasan. Sebab, memar pada daerah pipi korban akibat kekerasan itu tidak menimbulkan kematian.
BERITA TERKAIT:. Anak Bunuh Ayah di Siak, Pelaku Hantam Wajah Korban Membabi Buta
"Dari hasil pemeriksaan itu, memang ditemukan luka terbuka dan memar pada pipi kiri korban akibat kena benda tumpul," kata Barliansyah, dalam keterangan tertulis kepada
potretnews.com, Sabtu sore.Namun, ditemukan juga kelainan pada kedua paru korban. Dari hasil pemeriksaan paru korban sudah berlubang, perabaan keras dan berwarna kehitaman. Selain itu, ditemukan juga bercak kemerahan dan putih pada otot jantung, serta gambaran tidak normal pada hati akibat penyakit yang diderita korban selama ini."Dari hasil autopsi, korban meninggal akibat komplikasi penyakit pada organ jantung, paru dan hati, bukan karena kekerasan," jelas Barliansyah.Diketahui, jasad Juhari pertama kali ditemukan oleh istrinya, Nutseha di dalam rumahnya di Kampung Rempak, Kecamatan/Kabupaten Siak Sabtu pagi tadi sekira pukul 06.00 WIB.Terkejut melihat suaminya dalam keadaan telungkup dengan kondisi wajah berlumuran darah dan tak bernyawa lagi, Nutseha pun langsung memanggil anak keduanya, Asro (20). Kemudian Asro menghubungi RT setempat dan memberitahukan kejadian ini ke Polsek Siak.
Saat ditemukan mayat itu, dugaan sementara korban dibunuh anak sulungnya, Junaidi (22). Sebab dibagian wajah korban terlihat luka lebam diduga bekas pukulan. Sementara mulut korban berlumuran darah akibat kena benda tumpul.Dugaan kuat lainnya korban dibunuh oleh anaknya, dari hasil pengakuan Nutseha, bahwa Junaidi mengidap gangguan jiwa dan selalu meminta makan enak kepada korban.Karena itu, Sabtu pagi tadi Junaidi langsung diamankan dan di bawa ke Mako Polres Siak. Saat diamankan, pelaku berada di dalam kamar mandi rumahnya. ***