PADANG, POTRETNEWS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan ground breaking pembangunan jalan Tol Padang-Pekanbaru pada 9 Februari. Sesaat sebelum ground breaking, sejumlah tokoh masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), melakukan protes. Pasalnya, titik nol Km pembangunan tol sepanjang 254 km itu berada di Sicincin, Kabupaten Padang Pariaman. "Ya, sebelum Presiden Joko Widodo sampai di lokasi ground breaking tol di Sicicin, pemprov didatangi sejumlah tokoh masyarakat Padang Pariaman. Mereka meminta nama tol diubah," terang Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit di Padang, Selasa (13/2/2018).
BACA:. Kendati Untung Besar, Jumlah ATM Bank Riau Kepri Kalah Jauh Dibanding Bank Nagari. Tiga Hari Gagal Transaksi, Bank Riau Kepri Diisukan Bangkrut, Ini Jawaban Manajemen
Masyarakat meminta jalur tol tersebut dinamakan Padang Pariaman-Pekanbaru, bukan Tol Padang-Pekanbaru. Atas adanya protes, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar telah meralat penyebutan nama tol perdana di Sumbar tersebut."Kami sudah koordinasi dengan pihak pusat dan sudah sepakati namanya tol Padang Pariaman-Pekanbaru," tukas mantan Bupati Pesisir Selatan itu, dilansir
potretnews.com dari
jawapos.com.Informasinya, jalur tol sepanjang 254 km tersebut akan membuka akses terowongan menembus Bukit Barisan dan terpanjang di Indonesia. Untuk merampungkan pembangunannya diperlukan anggaran sebesar Rp 78 triliun. "Ke depan, namanya tol Padang Pariaman-Pekanbaru dan bukan Padang-Pekanbaru," ulang Nasrul. ***
Editor:Akham Sophian