Dishub Pecat 30 Karyawan Bus Trans Metro Pekanbaru

Dishub Pecat 30 Karyawan Bus Trans Metro Pekanbaru

Ilustrasi/Bus Jumbo Trans Metro Pekanbaru berhenti di halte bilangan Sudirman Square, Ahad (1/5/2016). (foto: tribunnews.com)

Jum'at, 06 Oktober 2017 18:21 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Sebanyak 30 karyawan bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) dipecat. Mereka terdiri dari 12 pramudi dan 18 pramugara yang sebelumnya mengoperasikan Bus TMP. Ke-30 karyawan yang dipecat tersebut adalah total sepanjang tahun 2017. Mereka terpaksa dirumahkan karena melakukan tindakan indisipliner.

"Kalau yang sopir itu pelanggarannya sering ugal-ugalan. Ini tidak bisa kita toleransi lagi. Begitu ada laporan dari masyarakat bahwa ada sopir kita yang ugal-ugalan, kita langsung cek pakai GPS, kalau ketahuan dan terbukti kecepatanya melebihi, maka kita langsung pecat," kata Kepala UPTD Pengelolaan Angkutan Perkotaan (PAP) Dishub Kota Pekanbaru, Wisnu Haryanto, Jumat, (6/10/2017).

"Ini kan kaitannya soal pelayanan kepada masyarakat, tidak bisa mereka kerja seenaknya saja. Kalau ugal-ugalan kan bisa membahayakan pengendara lain, bukan hanya diri dia sendiri dan penumpang saja," imbuh Wisnu, dilansir potretnews.com dari tribunnews.com.

Tidak hanya itu, tiga pramudi yang dipecat ini juga tidak disiplin. "Mereka juga sering terlambat masuk kerjanya," sebut Wisnu.

Sementara untuk lima pramugara, terpaksa diberhentikan karena terbukti melakukan pelanggaran administasi dan penggelapan tiket. Untuk pramugara yang melakukan pelanggaran administrasi, sebelumnya sempat diberikan SP, namun karena tidak berubah dan tetap mengulang kembali perbuatannya, pihaknya terpaksa memecatpnya.

"Kalau yang melakukan penggelapan tiket itu tidak ada kita berikan SP, itu langsung kita pecat,"ujarnya.

Pemecatan delapan petugas TMP tersebut menurut Wisnu tidak akan mengganggu operasional bus TMP. Sebab pihaknya sudah saat perekrutan karyawan bus TMP beberapa waktu yang lalu memang sudah mempersiapkan cadangan. Baik untuk sopirnya, maupun untuk pramugaranya.

"Pelayanan tetap berjalan seperti biasa. Tidak ada yang terganggu. Karena begitu ada pramudi dan pramugara yang kita berhentikan kita sudah punya cadaganganya," ujar dia. ***

Editor:
Muh Amin

wwwwww
www.amsi.or.id