Home > Berita > Riau

Hati-hati jika Anda Menerima Telepon dari Nomor 082186884711 dan Mengaku Mendapat Hadiah dari Telkomsel Pekanbaru

Hati-hati jika Anda Menerima Telepon dari Nomor 082186884711 dan Mengaku Mendapat Hadiah dari Telkomsel Pekanbaru

Screenshot tagihan kartuHALO nomor seluler 08117526XX, milik warga Kota Pekanbaru.

Kamis, 28 September 2017 15:52 WIB
Ishar D
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Meski sering diberitakan, namun modus penipuan berkedok mendapat hadiah Telkomsel masih saja terjadi. Kejadian bermula saat, Kurnia, warga Pekanbatu mendapat telepon yang di layar ponselnya tertera ”Grapari Telkomsel Sudirman Pekanbaru”. Setelah diangkat, di ujung telepon terdengar nada suara pria yang mengaku petugas dari Telkomsel Pekanbaru.

"Setelah selesai percakapan, saya cek panggilan keluar nomornya 082186884711. Tapi awalnya saat ponsel berdering, yang tertera di layar adalah tulisan ’Grapari Telkomsel Sudirman Pekanbaru’. Cowok yang menelepon bernama Heri Gunawan. Katanya nomor istri saya menang undian Telkomsel dan akan segera dikirim ke rekening," tutur Kurnia kepada potretnews.com, Kamis (28/9/2017) siang.

Di ujung telepon kata Kurnia, si ”pegawai” Telkomsel menanyakan apakah nomor telepon seluler istrinya 08117526XX. "Dia tahu nama lengkap, nomor kartuHALO istri saya dan mengaku dari Telkomsel Pekanbaru. Lagi pula di layar memang tertera tulisan ’Grapari Telkomsel Sudirman Pekanbaru’," ujar pria beranak dua ini sembari menyebut nomor yang dipakai terdaftar atas nama istrinya, Vivi.

Kurnia sempat mempercayai ucapan si penelepon hingga bersedia mengikuti arahan dengan mengetik SMS UP 767307 dan dikirim ke 99433 sebanyak 10 kali . Selanjutnya, iseng-iseng dia mengecek jumlah pemakaian berjalan. Alangkah kagetnya pria ini tatkala melihat nominal tagihan di layar ponselnya yang tercatat Rp1.001.230 alias satu juta rupiah lebih. 

Beberapa saat kemudian, dia langsung menghubungi pihak Telkomsel di nomor call centre 188. Penjelasan yang diterima dari operator, Kurnia diminta melapor ke polisi dan tetap harus membayar tagihan telepon.

Bukannya menenangkan pelanggan yang telah belasan tahun menjadi pengguna kartuHALO, jawaban operator Telkomsel malah membuat Kurnia gusar. Soalnya tatkala dia bertanya apakah benar jumlah tagihannya sebagaimana angka yang tertera di ponsel, si operator membenarkan. Namun, ketika Kurnia meminta rincian mengapa dengan hanya mengirim SMS sebanyak 10 kali tagihan teleponnya bisa membengkak menjadi Rp1.001.230, sang operator menolak memberi penjelasan dengan dalih pengguna  kartuHALO tersebut tercatat atas nama Vivi. Tapi lucunya, operator tadi sempat menyebut bahwa nomor 99433 adalah sindikat penipuan voucher game online.

Kurnia bercerita, sejak menjadi pelanggan Telkomsel belasan tahun silam, tagihan kartuHALO atas nama istrinya itu tidak pernah melebihi Rp300 ribu. Apalagi, belakangan, PT Telkomsel memang membatasi limit pemakaian pengguna kartuHALO menjadi sebanyak-banyaknya Rp100 ribu atau paling tinggi Rp200 ribu (kecuali ketika pelanggan bepergian ke luar negeri, red). Dia pernah mendapat penjelasan dari operator Telkomsel bahwa keuntungan pembatasan limit adalah, secara otomatis panggilan keluar tidak akan bisa dilakukan jika melebihi limit pemakaian. Tapi lucunya, hari ini, tagihan yang tertera di layar ponselnya tercatat Rp1 juta lebih. Benar-benar ajaib! 

”Karena saya bingung memahami penjelasan operator Telkomsel, maka saya berinisiatif konsultasi dengan kerabat. Disarankan, kalau sekiranya nanti tagihannya kartuHALO istri saya memang sebesar nilai yang tertera di layar yakni satu juta rupiah lebih, kami diminta untuk melakukan konfirmasi tertulis ke PT Telkomsel,” tutur Kurnia yang tengah mempertimbangkan melaporkan kasus bocornya data dirinya kepada Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Beberapa menit sebelum kasus yang menimpa Kurnia, Kamis (28/9/2017) sekira pukul 12.25, sindikat dengan nomor telepon dan modus serupa juga berupaya melakukan penipuan ke nomor seluler 0811752669 milik Direktur/Penanggung Jawab PT Potret Citra Media Mario Abdillah Khair SH. Namun, upaya jahat tersebut gagal.

”Saya sempat menjawab telepon yang masuk. Tapi karena feeling saya ini adalah sindikat penipu, maka saya jawab asal-asalan. Dia tanya apakah ini Pak Mario Abdillah Khair? Saya jawab, bukan. Si peneleponnya malah bingung dan langsung memutuskan percakapan,” kata Mario, dalam kesempatan terpisah.

Mantan Koordinator Presidium Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi (SMP) Universitas Lancang Kuning (Unilak) atau yang sekarang populer disebut presiden mahasiswa, itu mengaku, pada 13 September 2017 dia telah mengalami kasus serupa. Saat ponselnya berdering, di layar tertera tulisan ”Telkomsel” dan di bawahnya muncul nomor seluler 085378906586. Makanya, saat peristiwa kedua, dia sudah mempunyai ”jurus” menjawab si penelepon.

Tokoh Pemuda Riau, Tatang Yudiansyah SHi yang dimintai tanggapan terkait kian maraknya penipuan mengatasnamakan Telkomsel menyampaikan keheranannya mengapa data pelanggan kartuHALO yang sebenarnya produk paling ”utama” dan steril dari PT Telkomsel, bisa bocor kepada pihak lain.

”Sekiranya hari ini korbannya ada 100 orang dengan jumlah tagihan masing-masing Rp1 juta, kan yang beruntung Telkomsel. Dapat uang masuk Rp100 juta tanpa perlu meningkatkan layanan, kenyamanan, dan keamanan. Sementara pelanggannya makin buntung. Telkomsel jangan buang badan, dong,” kata pria yang pernah menjadi Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Riau ini.

Kurnia, termasuk juga Mario, berharap polisi dan PT Telkomsel bisa melacak nomor 082186884711 dan menangkap pelaku penipuan itu. Hal ini karena meskipun dirinya (Mario) tidak menjadi korban, bisa saja orang lain tertipu dan mengirimkan uang kepada pelaku.

"Kalau nggak ditangkap nggak bakal kapok. Saya nggak kena nanti orang lain yang kena," imbuh mereka, dalam waktu berbeda.

Nah jika Anda menerima telepon dari nomor 082186884711 (juga nomor 085378906586) dan mengaku mendapat hadiah dari Telkomsel maupun yang lainnya, sebaiknya Anda berhati-hati. ***

Kategori : Riau, Pekanbaru, Umum
wwwwww
www.amsi.or.id