PotretNews.com Senin 17 Desember 2018
Home > Berita > Riau

Tuntut Tanahnya yang Dikuasai PT Ivo Mas Tunggal Dikembalikan, Warga Suku Sakai Jalan Kaki dari Kandis ke Pekanbaru, Ingin Jumpa Gubernur Riau

Tuntut Tanahnya yang Dikuasai PT Ivo Mas Tunggal Dikembalikan, Warga Suku Sakai Jalan Kaki dari Kandis ke Pekanbaru, Ingin Jumpa Gubernur Riau

Ratusan warga Suku Sakai menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Riau, Rabu (15/3/2017) siang. (foto: goriau.com)

Rabu, 15 Maret 2017 13:07 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Ratusan warga Suku Sakai menggeruduk Kantor Gubernur Riau, Rabu (14/3/2017) siang, menuntut Gubernur Riau mengembalikan tanah ulayat masyarakat Suku Sakai yang dikuasai oleh PT Ivo Mas Tunggal (IMT).Untuk memperkuangkan tuntutannya ini, warga Suku Sakai bahkan menggelar long march dari Kandis, Siak ke Kota Pekanbaru, menempuh jarak 120 kilometer lebih hanya dengan berjalan kaki.

Dilansir potretnews.com dari GoRiau.com, tiba di gerbang Kantor Gubernur Riau, sekira pukul 12.00 WIB, massa langsung menggelar aksi unjuk rasa, menuntut tanahnya seluas 24.000 hektar yang diduga diambil oleh PT IMT agar segera dikembalikan.

Warga Suku Sakai yang tergabung dalam Persatuan Suku Sakai Menggugat (PSSM) rela berjalan kaki di bawah teriknya matahari dari Kandis ke Pekanbaru. Mereka juga membawa anak istrinya untuk menuntut haknya.

Ads
Dalam aksinya, ratusan masyarakat Suku Sakai meminta Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menyelesaikan sengketa tanah ulayat masyarakat Suku Sakai dengan PT IMT, berharap tanah mereka dikembalikan untuk kelangsungan hidupnya.

Aksi unjuk rasa ini, merupakan buntut kekecewaan masyarakat Suku Sakai setelah tanah ulayatnya yang dikuasai PT IMT. Dalam orasinya, salah seorang perwakilan warga Suku Sakai pun mengaku jika untuk membersihkan makam nenek moyangnya tidak bisa, karena dikuasai PT IMT.

Pantauan di lapangan, ratusan personel Polisi pun tampak berjaga di depan gerbang Kantor Gubernur Riau, menjaga agar aksi unjuk rasa masyarakat Suku Sakai berjalan aman dan kondusif.
Puluhan personel polisi wanita (polwan) pun tampak disiagakan menjaga garda terdepan Kantor Gubernur Riau, karena banyaknya kaum wanita dan anak-anak yang turut serta dalam aksi unjuk rasa warga Suku Sakai ini.***

Editor:
Hanafi Adrian

wwwwww