PotretNews.com Sabtu 15 Desember 2018
Home > Berita > Siak

Setiap Bandar Punya Kode Nomor sebagai Sandi Komunikasi; Begini Rapinya Skema Pendistribusian Narkoba Jaringan Internasional yang Diungkap BNN Riau

Setiap Bandar Punya Kode Nomor sebagai Sandi Komunikasi; Begini Rapinya Skema Pendistribusian Narkoba Jaringan Internasional yang Diungkap BNN Riau

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau ekspose barang bukti sabu-sabu 5 kilogram dan 1599 pil ekstasi asal Malaysia, Senin (6/3/2017).

Senin, 06 Maret 2017 15:37 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Jaringan narkoba internasional yang berhasil diungkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau mendistribusikan narkoba dengan skema yang begitu rapi. Penggunaan sandi nomor menjadi kunci bagi bandar besar yang berada di Malaysia.Dari pemaparan yang disampaikan BNN Riau, seperti ditulis dalam laman tribunpekanbaru.com yang dilansir potretnews.com, tergambarkan bagaimana jaringan ini menjalankan bisnisnya di Indonesia khususnya di wilayah Riau. Bandar besar atau pemasok yang berada di Malaysia akan mendapat orderan dari bandar yang ada di Indonesia. Masing-masing bandar akan mendapat kode nomor sebagai sandi untuk berkomunikasi.

Setelah mendapat orderan narkoba dari bandar di wilayah Indonesia, selanjutnya pemasok akan menghubungi jaringannya atau penghubung atau kurir. Untuk kasus narkoba lima kilogram dan 1599 pil ekstasi yang diungkap BNN Riau, penghubungan yang diringkus merupakan warga keturunan.

Dua orang yang diamankan BNN Riau menjemput sabu-sabu yang lansir di Kabupaten Rupat lewat jalur laut. Selanjutnya keduanya akan berkomunikasi dengan bandar yang sudah memesan.
Bandar akan menyuruh kurirnya lagi untuk menjemput narkoba tersebut. Kasus yang diungkap BNN Riau, dua provinsi yang sudah mengorder narkoba yakni Jambi dan Sumatera Utara. Keduanya mengutus kurir untuk penjemputan pada kurir yang membawa dari Rupat. Titik temu mereka adalah Kota Pekanbaru.

Ads
Secara bergantian kurir-kurir akan menghubungi dua orang penghubung tersebut lewat komunikasi menggunakan kata sandi nomor. Selama pendistribusian, bos besar yang dari Malaysia tetap melakukan pemantauan dan memberikan pengarahan kepada siapa saja narkoba diserahkan. BNN Riau bisa dikatakan berhasil dalam pengungkapan kali ini.

Sebab, yang pertama ditangkap adalah dua orang penghubungan atau kurir yang membawa barang bukti sabu-sabu dan pil ekstasi. Maka, dalam proses pengembangan, BNN Riau bisa mendapatkan kurir lainnya yang saling terhubung.

Namun, BNN Riau hanya bisa mendapatkan kurir yang diutus oleh bandar yang ada diindonesia. Karena itu BNN Riau masih terus melakukan pengembangan untuk meringkus bandar-bandar yang satu jaringan.

Kepala Bidang Penindakan dan pemberantasan BNN Riau, AKBP Haldun di sela-sela ekspose tersangka dan barang bukti di halaman BNN Riau di Jalan Pepaya, Pekanbaru mengatakan, dengan skema yang dipakai jaringan ini maka ada pola memutus mata rantai pada bos besar atau pemasok. Karena itu jaringan Internasional ini terbilang licin dan profesional.

Koordinasi BNN Pusat
Dalam proses pengembangan, selain terus mengejar bandar yang ada di beberapa provinsi, BNN Riau juga akan melakukan koordinasi dengan BNN pusat untuk bisa meringkus bos besar yang ada di Malaysia.

Kepala BNN Riau, Wahyu Hidayat mengatakan nama-nama pemasok atau bandar besar dari Malaysia sudah dikantongi. "Karena itu kita akan melakukan komunikasi dan berkoordinasi dengan BNN Pusat," ujar Wahyu Hidayat.

Ditambahkannya sudah empat kali narkoba dalam jumlah besar yang didistribusikan ke wilayah Riau sesuai dengan pengakuan tersangka yang ditangkap. Jumlah yang dipasok juga bervariatif. "Artinya sesuai dengan pesanan," terang Wahyu Hidayat.

Jalur distribusi dilansir lewat pelabuhan-pelabuhan tikus yang ada di Riau. Pengungkapan BNN Riau ini berawal dari informasi pendistribusian narkoba dari Malaysia melalui Kabupaten Rupat, Riau.

Dua orang berhasil ditangkap di Minas dengan barang bukti lima kilogram sabu dan 1599 butir pil ekstasi. Kemudian dari dua orang tersebut BNN Riau kembali meringkus tiga orang di Pekanbaru yang merupakan pemasan dari Medan. Dua orang dilumpuhkan karena berupaya kabur. Tiga orang tersangka secara bergantian ditangkap di Pekanbaru. ***

Editor:
Fanny R Sanusi

wwwwww