PotretNews.com Minggu 19 Agustus 2018

Motor Pelajar di Pekanbaru Dirampas Begal saat Beli Nasi Goreng di Jalan Rajawali Ujung

Motor Pelajar di Pekanbaru Dirampas Begal saat Beli Nasi Goreng di Jalan Rajawali Ujung

Ilustrasi.

Rabu, 22 Februari 2017 11:37 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Seorang pelajar di Kota Pekanbaru Provinsi Riau bernama Jon Wandi Saputra, jadi korban dua orang pembegal. Remaja 17 tahun ini dibegal ketika ke luar sendiri untuk membeli nasi goreng.Kejahatan jalanan (street crime) selalu mengintai siapa saja. Tak kenal waktu dan tempat, para pelaku akan beraksi bila ada kesempatan. Jika melawan, mereka tak segan melukai korban. Inilah yang dialami Jon, Senin (20/2/2017) tengah malam lalu, sekitar pukul 23.00 WIB.

Masih untung Jon tidak dilukai pelaku yang saat itu mempersenjatai diri dengan pisau dan tongkat bisbol. Tengah malam itu, seperti dilansir potretnews.com dari laman GoRiau.com, korban dibuntuti oleh dua orang tak dikenal yang mengendarai motor Vario tanpa pelat nomor.

Setelah mengambil ancang-ancang yang pas, dua orang begal ini lantas menyetop korban sambil menodongkan tongkat bisbol dan pisau. Tentu saja korban tak berani melawan, ditambah ia hanya seorang diri saja.

Ads
Dalam waktu singkat, dua pelaku tersebut sukses melarikan sepeda motor korban jenis Kawasaki LX 150 D warna putih berpelat BM 3287 OH. Setelah merampas motor ini, keduanya lalu melarikan diri dan korban ditinggalkan di jalan.

Kasubag Humas Polresta Pekanbaru Ipda Dodi Vivino, Rabu (22/2/2017) pagi menjelaskan, aksi pembegalan ini dialami korban di Jalan Rajawali ujung, Kecamatan Tampan. Kasusnya sudah dilaporkan ke Polsek Tampan guna pengusutan lebih lanjut.

"Korban saat itu meninggalkan kos-kosannya untuk membeli makanan, namun diperjalanan ia dicegat dua orang terduga pelaku yang tidak dikenal, lalu merampas sepeda motor miliknya. Kedua orang ini juga membawa senjata," kata dia.

Akibat peristiwa naas tersebut, korban terpaksa merelakan motornya berpindah tangan ke sipelaku Begal. Ia pun menderita kerugian sebesar Rp15 juta. "Kasusnya masih kita selidiki," ujar Ipda Dodi Vivino. ***

Editor:
Farid Mansyur

Kategori : Hukrim, Umum, Pekanbaru
Tour de Siak 2018
wwwwww