PotretNews.com Rabu 12 Desember 2018
Home > Berita > Siak

Apa Benar agar Dapat Dana Bantuan Kegiatan dari PT Bank Riaukepri Proposalnya Harus Diajukan lewat ”Jalur Khusus”?

Apa Benar agar Dapat Dana Bantuan Kegiatan dari PT Bank Riaukepri Proposalnya Harus Diajukan lewat ”Jalur Khusus”?

Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru.

Kamis, 02 Februari 2017 07:26 WIB
Ishar D/Mario
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Melesat bak meteor. Ya, itulah kalimat yang tepat untuk disematkan ke PT Bank Riaukepri (BRK) karena dalam tempo yang tidak terlalu lama berhasil membuktikan dirinya sebagai bank terkemuka dan lepas dari julukan bank ”kelas dua” yang dulu dilekatkan ke Bank Pembangunan Daerah (BPD).

BACA JUGA:

. Elemen Mahasiswa Desak Mabes Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi Bank Riau Kepri

Ads
. 2015, Laba Bank Riau Kepri Rontok 40,4 Persen

Salah satu tolok ukur keberhasilan bank yang sahamnya mayoritas dimiliki Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dan Pemprov Kepulauan Riau (Kepri) adalah ”panen” penghargaan berskala nasional jelang akhir tahun 2016.

Hanya saja, daftar koleksi penghargaan yang diraih Bank Riaukepri berkat tangan dingin dan kepiawaian jajaran direksinya, seperti ”kurang bernilai” hanya gara-gara persoalan yang sangat sepele alias remeh-temeh meski bisa berdampak terhadap rusaknya citra bank daerah terbaik di Indonesia, ini.

Betapa tidak. Di tengah keseriusan direksi memimpin bank yang populer dengan slogan Tumbuh Kembangkan Usaha, itu, muncul pula kabar tak sedap soal dugaan ”diskriminasi” badan usaha milik daerah (BUMD) tersehat di Riau ini terhadap entitas/komunitas yang akan menggelar kegiatan.

Informasi yang beredar di kalangan terbatas disebut, dalam urusan permohonan bantuan kegiatan, PT Bank Riaukepri diduga masih mempraktikkan atau menggunakan pola yang populer di era Orde Baru yakni ”jalur khusus”.

”Kalau menggunakan pola resmi, hampir pasti tidak akan dibantu, bang. Bisa-bisa proposal kita lenyap, seperti yang pernah kami alami,” tutur seorang aktivis mahasiswa di Pekanbaru yang mewanti-wanti agar namanya tidak ditulis, belum lama ini.

Khusus kepada potretnews.com sumber ini mengungkapkan, dirinya punya pengalaman ”unik” yang bertolak belakang tatkala mengajukan permohonan bantuan kegiatan ke PT Bank Riaukepri.

Dicontohkan, dalam satu masa, dia dan rekan-rekannya pernah menggelar diskusi panel pendidikan dan mencoba mengajukan permohonan bantuan dana ke Bank Riaukepri. Hasilnya?
”Sampai acara tersebut selesai, jangankan bantuan, proposal kami malah dikatakan hilang. Sementara pada waktu yang lain, ketika mengajukan proposal melalui ’orang penting’, kegiatan kami dibantu dan prosesnya sangat cepat. Tapi itu dulu, sebelum direksi yang sekarang,” tutur sumber.

Sumber potretnews.com lainnya yang dikenal sebagai aktivis sosial kemasyarakatan mengaku pernah mendengar soal ”jalur-jaluran” yang dipakai untuk mempermudah mendapatkan bantuan dengan nilai yang fantastis.

”Ada istilah, jika tak memiliki ’akses’ atau ’jalur khusus’ yang langsung ke petinggi Bank Riaukepri, jangan bermimpi proposal kegiatan yang kita ajukan akan mendapat donasi dari PT Bank Riaukepri. Masih syukur surat kita dibalas. Kebanyakan, proposal kita malah raib,” kata dia.

Sumber yang juga tak bersedia namanya ditulis ini menyebut, jika ingin memasukkan proposal melalui jalur umum, perbandingannya 10 banding 1. Maksudnya adalah, dari 10 proposal yang dimasukkan kemungkinan yang dibantu hanya 1 saja. Tetapi jika punya ”kenalan petinggi” atau ”jalur khusus” perbandingannya menjadi 10 berbanding 9. Artinya, dari 10 proposal yang masuk ke PT Bank Riaukepri, kemungkinan 9 dibantu (diberi donasi dengan nilai fantastis).

”Sebaiknya coba diinvestigasi dengan mengajukan proposal kegiatan. Kalau melalui jalur SOP (standard operating procedure), saya kurang yakin permohonan yang diajukan direspons manajemen,” ujar sumber tadi.

Hingga berita ini diterbitkan, potretnews.com belum mendapat konfirmasi dari pihak PT Bank Riaukepri. Ketika dihubungi melalui telepon ataupun pesan pendek (2 kali pengiriman SMS) di nomor seluler 081275451XX, Pemimpin Desk Corporate Secretary/Humas, Winovri belum merespons.

Potretnews.com juga berusaha mendapat keterangan dari Direktur Utama Bank Riaukepri Dr Irvandi Gustari dengan mengirimkan pertanyaan serupa ke nomor telepon seluler 08169441XX. ***

Editor:
Akham Sophian

wwwwww