PotretNews.com Selasa 19 November 2019
Home >  Berita >  Hukrim

Tanah dan Bangunan Milik Tersangka Korupsi Kredit Macet BRK Senilai Rp700 Juta di Pelalawan Disita Kejati Riau

Tanah dan Bangunan Milik Tersangka Korupsi Kredit Macet BRK Senilai Rp700 Juta di Pelalawan Disita Kejati Riau

Gambar hanya ilustrasi. (ZONASULTRA)

Selasa, 24 September 2019 13:26 WIB

PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menyita sejumlah aset tak bergerak milik tersangka tindak pidana korupsi kredit macet di Bank Riau Kepri (BRK), Zurman yang berlokasi di Pangkalankerinci, Kabupaten Pelalawan.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Muspidauan di Pekanbaru, Senin (23/9/2019), mengatakan aset yang disita berupa tanah dan bangunan senilai Rp700 juta. Ia juga mengatakan jika penyitaan aset itu dilakukan dalam upaya penyelamatan uang negara.

”Aset berupa lahan seluas 450 meter persegi dan bangunan rumah di atasnya," katanya.

Zumran yang merupakan Direktur PT Dona Warisman Bersaudara (DWB) ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi penyaluran kredit modal kerja dari BRK cabang Pangkalan Kerinci senilai Rp1,2 miliar.

Dalam perkara ini, Kejati Riau juga menetapkan mantan Pimpinan Cabang BRK Pangkalankerinci, FS, sebagai tersangka. Mereka berdua terjerat dalam perkara itu setelah penyidik Kejati Riau meningkatkan status penyidikan awal September 2019 ini.

Muspidauan melanjutkan jika aset milik Zumran yang disita berlokasi di Jalan Pepaya Gang Brimob Kelurahan Pangkalankerincikota, Kecamatan Pangkalankerinci, Pelalawan. Penyitaan berdasarkan izin penyitaan dari Ketua Pengadilan Negeri Pelalawan.

Ia menuturkan aset itu akan dihitung sebagai pengembalian kerugian negara jika hakim menyatakan Zurman terbukti melakukan korupsi pemberian modal kerja yang berimbas pada kredit macet di BRK cabang Pangkalankerinci.

Selain aset lahan, saat ini penyidik Pidana Khusus Kejati Riau masih menelusuri aset milik Zurman yang lainnnya. ”Masih ditelusuri aset-aset yang lain,” ujarnya.

Lebih jauh, ia mengatakan proses penyidikan masih terus berjalan dengan melakukan pemeriksaan sejumlah saksi. Di antaranya adalah saksi ahli dari Otoritas Jaksa Keuangan.

Kedua tersangka kini sudah ditahan di Rutan Klas II B Pekanbaru, Kecamatan Tenayan Raya. "Kami berupaya segera merampungkan berkas," kata Muspidauan.

Pemberian modal kerja pada PT DWB dilakukan pada 2017. Penyimpangan pemberian kredit dilakukan Zurman dengan menunjuk Ujang Azwar yang merupakan adik iparnya sebagai direktur untuk pengajuan BI Checking.

Tindakan itu dilakukan Zarman tanpa sepengetahuan Ujang Azwar. Strategi itu berhasil sehingga kredit tersebut disetujui. Belakangan kredit tersebut macet diperkirakan mencapai Rp1,2 miliar. ***

Berita ini telah tayang di antaranews.com dengan judul "Kejati Riau sita aset tersangka korupsi Bank Riau Kepri"

Editor:
Akham Sophian

       
        Loading...    
           
Kategori : Hukrim, Pelalawan
       
        Loading...    
           
www www