PotretNews.com Senin 19 November 2018

Miris Lihat Kondisi Panti Asuhan Tempat Penitipan Balita 18 Bulan yang Tewas Diduga Tak Wajar, Kak Seto Desak Pemkot Pekanbaru Bentuk Satgas Perlindungan Anak

Miris Lihat Kondisi Panti Asuhan Tempat Penitipan Balita 18 Bulan yang Tewas Diduga Tak Wajar, Kak Seto Desak Pemkot Pekanbaru Bentuk Satgas Perlindungan Anak

ak Seto didampingi Kanit PPA Polresta Pekanbaru AKP Juniasti saat melihat langsung Panti Asuhan Tunas Bangsa, Jalan Bukitrahayu Tenayanraya, Pekanbaru, Selasa siang (foto: goriau.com)

Selasa, 31 Januari 2017 16:31 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Pascatewasnya balita laki-laki berusia 18 bulan bernama M Zikli yang diduga dianiaya pengasuh, Ketua LPA Pusat Seto Mulyadi langsung mengunjungi Panti Asuhan Yayasan Tunas Bangsa, Jalan Bukitrahayu, Kecamatan Tenayanraya, Pekanbaru, Riau, Selasa (31/1/2017) siang.Tiba di panti itu, Kak Seto melihat kondisi panti dan menyayangkan adanya panti khusus anak yang memperlakukan anak-anak asuhnya dengan tidak layak.

"Panti ini sangat tidak ramah anak, karena memperlakukan anak seperti ini," ujar Kak Seto di sela-sela kunjungan, Selasa siang.

Kak Seto berharap kejadian serupa tak terulang dan mendesak pihak terkait, dalam hal ini Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Perlidungan Anak di setiap RT dan RW.

Ads
"Untuk mencegah hal ini terulang, Pemkot Pekanbaru harus segera dibentuk Satgas Perlindungan Anak di setiap RT RW. Ini sangat tidak layak, kalau katakan, ini (panti) seperti sampah. Sangat tidak baik untuk perkembangan anak, bahkan sampai diasuh dan dirawat di sini," kata Kak Seto, dilansir potretnews.com dari GoRiau.com.

Pantauan di lapagan, Kak Seto yang didampingi Ketua LPA Riau, Ester Yuliani dan Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Nofrizal hanya bisa melihat dari balik pagar panti.

Kak Seto pun sempat berbincang dengan salah seorang warga Suwarno yang merupakan tokoh warga setempat yang mengetahui secara jelas saat beridirinya panti asuhan milik Yayasan Tunas Bangsa tersebut. ***

Editor:
Hanafi Adrian

wwwwww