PotretNews.com Rabu 19 Desember 2018
Home > Berita > Riau

Habiskan Rp29,2 Miliar, Pemilihan Wali Kota Pekanbaru Bakal Jadi Barometer di Riau, Staf KPU: Iklan Hanya untuk 2 Media Besar, Media-media Kecil Tak Dianggarkan!

Habiskan Rp29,2 Miliar, Pemilihan Wali Kota Pekanbaru Bakal Jadi Barometer di Riau, Staf KPU: Iklan Hanya untuk 2 Media Besar, Media-media Kecil Tak Dianggarkan!

Ilustrasi. (foto: internet)

Senin, 30 Januari 2017 03:11 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Pemilihan Wali Kota Pekanbaru Provinsi Riau pada 15 Februari 2017 akan menjadi ajang demokrasi luar biasa dan diharapkan mampu melahirkan pemimpin terbaik guna memajukan daerah yang menjadi Ibu Kota Provinsi Riau. Dengan menghabiskan anggaran Rp29,2 miliar, Pilkada Pekanbaru akan menjadi barometer (tolok ukur) dan jadi percontohan keberhasilan pesta demokrasi di Riau.Berdasarkan laman GoRiau.com yang dilansir potretnews.com, anggaran sebesar Rp29,2 miliar itu diambil dari anggaran APBD Kota Pekanbaru dan dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama pada APBD murni 2016, Pemko Pekanbaru sudah menggelontorkan sebesar Rp18,2 miliar. Sisa sebesar Rp11 miliar dimasukkan pada APBD Perubahan 2016 lalu.

Dana sebesar itu merupakan anggaran untuk tahapan pelaksanaan Pemilukada mulai dari penyusunan rencana kebutuhan anggaran, penyusunan peraturan dan produk hukum, sosialisasi dan partisipasi masyarakat, kehumasan media center dan pusat informasi, pembentukan PPK dan PPS hingga pelaksanaan debat publik, pemungutan dan penghitungan suara serta penetapan pasangan calon terpilih.

Meski begitu, Pilkada Pekanbaru tampak belum maksimal, meski KPU menargetkan partisipasi pemilih diatas 70 persen. Hal ini terlihat dari pemasangan alat peraga kampanye yang tidak pada titik-titik stategis dan terkesan dipasang sembrono karena hanya di pagar-pagar dan di tempat sepi.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Pekanbaru Amiruddin Sijaya yang juga memegang peranan Divisi Umum, Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Pengembangan SDM mengatakan dirinya tak hafal persoalan anggaran yang dilimpahkan kepada dirinya.

"Kita ada kesekretariatan, tidak mungkin saya semua yang mengurusinya. Karena kami juga harus mengurus tahapan pilkada," kilahnya.

Sementara Staf Sekretariat KPU Pekanbaru Fitri Andriani ditanya mengenai anggaran sosialisasi tidak bisa menjelaskan, khususnya berapa besarnya anggaran spanduk yang dialokasikan. Karena jika harga spanduk saat ini hanya berkisaran Rp25 ribu per meter, seharusnya dengan anggaran KPU yang besar, semua jalan dan gang di Pekanbaru sudah dipenuhi dengan spanduk pilkada.

''Kalau untuk iklan di media, sudah jelas. Itu hanya untuk dua media besar di Riau, yaitu dua cetak dan satu televisi, media-media kecil tak dianggarkan. Cuma itu saja, media kecil tidak ada,'' katanya tanpa merinci berapa biaya sosialiasi dan kampanye di media massa maupun spanduk.
Sementara untuk pelaksanaan debat publik, pihak KPU Pekanbaru satu kali kegiatan pada tanggal 4 Februari mendatang dengan biaya sebesar Rp170 juta.

Karena itu, dengan besarnya anggaran tersebut, KPU berharap tingkat partisipasi pemilih akan meningkat dibandingkan Pilkada sebelumnya. KPU juga berharap warga Kota untuk bersama-sama datang ke TPS untuk menentukan pemimpin kota ini untuk lima tahun mendatang. ***

Editor:
Akham Sophian

wwwwww