PotretNews.com Senin 17 Desember 2018

Sudahlah Anak Asuh Diperlakukan Tak Manusiawi, Pihak Panti Tunas Bangsa Jalan Bukit Rahayu Pekanbaru Juga Diduga Jual Hasil Sumbangan Donatur

Sudahlah Anak Asuh Diperlakukan Tak Manusiawi, Pihak Panti Tunas Bangsa Jalan Bukit Rahayu Pekanbaru Juga Diduga Jual Hasil Sumbangan Donatur

Beberapa sumbangan donatur yang disimpang dan dibiarkan kadaluarsa di gudang Panti Asuhan Tunas Bangsa jalan Bukit Rahayu, Tenayan Raya Pekanbaru. (foto: goriau.com)

Minggu, 29 Januari 2017 13:49 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Tidak hanya bantuan untuk panti jomponya saja yang kabarnya dijual kembali oleh pemilik Yayasan Tunas Bangsa, Pekanbaru, Riau, bantuan untuk anak-anak yatim di Panti Asuhan Tunas Bangsa, Jalan Bukit Rahayu, Kecamatan Tenayanraya, Pekanbaru juga diperjualbelikan.Bukannya memberikan makanan dan susu formula yang telah diberikan donatur, pihak Panti Asuhan Tunas Bangsa malah menjual kewarga dan beberapa warung di sekitar panti. Namun, tak sedikit yang menolak untuk membeli bantuan untuk anak yatim tersebut.

Hal itu terungkap dari keterangan warga dan juga RW 004, Nasirwan. Dilansir potretnews.com dari GoRiau.com, dia menyebut, warganya sempat ditawari oleh pemilik panti, Lili untuk membeli makanan, minuman, susu serta bantuan-bantuan lainnya yang disumbangkan oleh donatur.

"Memang, beberapa waktu yang lalu, sebelum ada kasus ini, warga dan warung-warung sekitar sini sering ditawari untuk beli bantuan yang harusnya diberikan untuk anak-anak panti itu," kata Nasirwan.

Ads
Terkait dengan dugaan bantuan yang diperjual belikan oleh pihak panti, Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Ariyanto, mengaku jika pihaknya masih menyelidiki hal tersebut.
"Kita belum mengetahui secara pasti soal jual beli itu, yang jelas kasus ini sedang kita dalami lebih lanjut. Kita fokuskan penyebab tewsnya balita 18 bulan ini dulu," ucap kasat, Minggu (29/1/2017).

Sebelumnya, Polresta Pekanbaru bersama Tim DVI Polda Riau sudah melakukan autopsi terhadap jasad M Zikli, balita 18 bulan yang tewas diduga akibat dianiaya oleh pengasuh di panti milik Yayasan Tunas Bangsa, jalan Bukit Rahayu, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.

Hasil autopsi sementara, menunjukkan jika hampir disekujur tubuh korban terdapat luka gores, memar dan pada organ dalam terdapat resapan darah akibat kekerasan benda tumpul.

Meski sudah dilakukan autopsi, pihak kepolisian belum bisa memastikan penyebab kematian korban, apa karena dianiaya atau tidak. Karena saat di autopsi, kondisi organ dalam korban sudah mulai mengalami pembusukan. ***

Editor:
Hanafi Adrian

Kategori : Pekanbaru, Umum, Peristiwa
wwwwww