PotretNews.com Senin 24 September 2018
Home > Berita > Riau

Kapolda Riau Imbau Warga Tak Terprovokasi atas Temuan Hiasan Dinding Berlafal Allah di Kelenteng Kecamatan Bantan Bengkalis

Kapolda Riau Imbau Warga Tak Terprovokasi atas Temuan Hiasan Dinding Berlafal Allah di Kelenteng Kecamatan Bantan Bengkalis

Kapolda Riau Irjen Zulkarnain Adinegara. (foto: tribunpekanbaru.com)

Selasa, 03 Januari 2017 21:45 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Kapolda Riau Irjen Pol Zulkarnain Adinegara meminta warga Riau, khususnya di Kabupaten Bengkalis agar tidak salah paham terkait munculnya hiasan dinding berlafal Allah, di sebuah kelenteng di daerah itu.BERITA TERKAIT:

. Astaga, Hiasan Dinding dan Tasbih Berlafal Allah Dipajang di Kelenteng Kawasan Kucing Gila Jalan Bantan Bengkalis

. Berikut Penjelasan MUI Bengkalis Terkait Temuan Hiasan dan Tasbih Berlafal Allah di Kelenteng Kawasan Kucing Gila Kecamatan Bantan

Ads
Kepolisian, kata jenderal berbintang dua itu sebagaimana dikutip potretnews.com dari GoRiau.com, sudah mengambil sikap dengan langsung menggelar pertemuan dengan Forum Komunikasi Kerukunan Umat Beragama, serta sejumlah tokoh di sana untuk menjelaskan fakta yang sebenarnya terkait kejadian itu.

Irjen Zulkarnain menegaskan, munculnya hiasan berlafal Allah ini bukanlah disengaja dengan maksud apa pun, apalagi tujuannya untuk merendahkan agama Islam. Sebab itu, Kapolda Riau ingin agar semua pihak tidak terprovokasi sebelum tahu duduk masalahnya.

"Jam itu (yang berlafal Allah) diberi oleh saudara dari pengurus Kelenteng yang kebetulan beragama Islam. Tidak ada yang berniat merendahkan, namun niatnya memuliakan, coba saja lihat letak tulisannya, ada di atas dan dimuliakan dan dihargai setinggi-tingginya," sebut kapolda, Selasa (3/1/2016) sore.

Untuk meredam kesalah fahaman tersebut, Irjen Zulkarnain juga sudah meminta Kapolres Bengkalis AKBP Hadi Wicaksono untuk berkoordinasi dengan pengelola (kelenteng), termasuk menyimpan hiasan dinding berlafal Allah ini.

"Sekali lagi, tolong jangan diartikan untuk merendahkan, tetapi memuliakan. Kita harus tahu apa yang sesungguhnya terjadi," demikian pernyataan Kapolda Riau. ***

Editor:
Farid Mansyur

Tour de Siak 2018
wwwwww