PotretNews.com Sabtu 22 September 2018

Bersiaplah! Senin 14 November Besok, Bulan Purnama Berada di Posisi Paling Dekat Sejak 1948

Bersiaplah! Senin 14 November Besok, Bulan Purnama Berada di Posisi Paling Dekat Sejak 1948

Ilustrasi/Bulan purnama.

Minggu, 13 November 2016 11:45 WIB
JAKARTA, POTRETNEWS.com - Senin, 14 November 2016 besok, bulan akan berada di titik terdekatnya dengan Bumi (atau disebut perigee). Bulan Purnama perigee yang juga mulai akrab disebut Supermoon tersebut merupakan perigee terdekat Bulan sejak 26 Januari 1948!Tepatnya pada tanggal 14 November 2016 pukul 18:23 WIB, jarak antara Bumi dan Bulan hanya sekitar 356.509 km. Dua pekan sebelum Supermoon ini, bulan juga akan berada di titik terjauh (apogee) dari Bumi tahun ini, yakni pada 31 Oktober 2016. Jarak Bumi-Bulan saat apogee akan mencapai 406.662 km.

BACA JUGA:

. Allahu Akbar... Begini Penampakan Gerhana Matahari Tadi Pagi yang Diabadikan dari Panam, Pekanbaru, Menakjubkan...

Ads
Dengan begitu, sebagaimana dikutip potretnews.com dari tribunnews.com, perbedaan jarak antara apogee pada 31 Oktober dengan perigee pada 14 November akan lebih dari sekitar 50.000 km.

Tapi sayangnya, apogee 31 Oktober tepat pada saat Bulan memasuki fase Bulan Baru (New Moon), sehingga tak tampak di langit Bumi karena membelakangi Matahari. Supermoon pada 14 November akan bertepatan dengan fase Bulan Purnama, yang terjadi tepatnya pukul 20:52 WIB.

Dengan begitu, kita akan melihat diameter sudut Bulan Purnama yang lebih besar dari Bulan Purnama yang terjadi pada 68 tahun terakhir.

Supermoon 14 November 2016 mendatang akan membuat Bulan Purnama memiliki diameter sudut sekitar 7% lebih besar dari rata-rata Bulan Purnama. Bila dibandingkan dengan Micromoon, maka akan tampak sekitar 12-14% lebih besar.

Bisa Diamati di Indonesia?
Tentunya, sangat bisa. Apa lagi fase Bulan Purnama dan titik terdekat Bulan dengan Bumi akan dicapai saat Matahari sudah terbenam di Indonesia. Secara otomatis, ketika Bulan masuk fase Purnama, ia akan terbit berbarengan dengan Matahari terbenam.

Tapi bagi yang tidak sering mengamati Bulan, mungkin akan melihat Bulan yang biasa saja di langit, atau bahkan kesulitan melihat besarnya Bulan. Bagi Anda yang memiliki teleskop, Anda akan lebih mudah menemukan perbedaan besar diameter sudut Bulan Purnama.

Adakah Efeknya untuk Bumi?
Selain kita akan melihat Bulan Purnama yang sedikit lebih besar dan terang, ternyata ada juga, lho, efek Supermoon untuk Bumi. Walau begitu, efek yang timbul bukanlah efek negatif. ***

Editor:
Hanafi Adrian

Kategori : Peristiwa
Tour de Siak 2018
wwwwww