Mau Tutup, Pemilik Toko Ponsel di Garuda Sakti Ditodong Rampok dengan Senpi, Lalu Diikat dan Disekap

Mau Tutup, Pemilik Toko Ponsel di Garuda Sakti Ditodong Rampok dengan Senpi, Lalu Diikat dan Disekap

Korban Ali Nur Efendi memperagakan bagaimana posisi dirinya saat diikat dan disekap. (foto: riaupos.co)

Selasa, 10 Mei 2016 11:49 WIB

PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Kawanan rampok yang diduga bersenjata api menyatroni sebuah toko ponsel di Pekanbaru, Riau, Senin (9/5/2016) malam. Dalam kejadian itu, uang Rp1 juta, sepuluh powerbank serta puluhan unit handphone berbagai merk dibawa kabur.

Kejadian bermula ketika Ali Nur Efendi akan menutup tokonya di Jalan Garuda Sakti, Panam, Kecamatan Tampan. Sekitar pukul 23.00 WIB, tiba-tiba tiga OTK dengan sebuah mobil menghampiri tokonya dan langsung masuk berpura-pura menanyakan harga handphone yang dijual korban.

Salah seorang pelaku langsung menutup pintu toko, kemudian pelaku lainnya menodongkan senjata api ke arah korban dan membawanya ke ruang belakang toko. Di sana, ia disekap dan diikat menggunakan lakban.

Berhasil melumpuhkan korbannya, ketiga pelaku menggasak seluruh barang-barang, berupa handphone, powerbank dan uang tunai.

Kanit Reskrim Polsek Tampan, Iptu Eru Alsepa, Selasa (10/5/2016) membenarkan adanya kasus perampokan bersenjata api di wilayah hukumnya yang saat ini sedang dalam penyelidikan.

"Pengakuan korban, salah seorang pelaku menggunakan senpi. Kita akan dalami lagi dan untuk ciri-ciri para pelaku sudah di kantongi," pungkas Kanit.

Di Marpoyan Damai, Maling Sikat Rp35 Juta di Toko Ponsel

Pada hari yang sama, sebuah toko ponsel di Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau disatroni juga maling, Senin (9/5/2016) sore. Dalam kejadian itu, korban kehilangan uang Rp35 juta.

Rita Anggraini baru mengetahui tokonya di Jalan Inpres, Marpoyan Damai, Pekanbaru sekitar pukul 18.30 WIB, ketika handphonenya berdering.

Setelah dicek, ada pemberitahuan dari SMS banking, jika uang miliknya senilai Rp5 juta yang ada di ATM sudah diambil. Curiga, ia kemudian memeriksa di dalam kamarnya dan ternyata tas miliknya berisi uang Rp30 juta serta ATM telah hilang.

Kanit Reskrim Polsek Bukit Raya, Ipda M Bahari Abdi, Selasa (10/5/2016) membenarkan adanya kasus pencurian tersebut dan saat ini pihaknya tengah menyelidiki pelakunya.

"Kita masih minta keterangan korban, dari hasil olah TKP tidak ada tanda-tanda pengerusakan. Ada dugaan, pelakunya orang terdekat, karena sebelum kejadian korban sedang bersama seorang temannya di TKP," tutup Kanit.***


editor: wawan s
sumber: GoRiau.com

Kategori : Pekanbaru, Hukrim
wwwwww
www.amsi.or.id