20 Hektar Hutan Produksi di Rokan Hilir Terbakar, Dandim dan Kapolres Ikut Berjibaku Padamkan Api dengan Pelepah Sawit

20 Hektar Hutan Produksi di Rokan Hilir Terbakar, Dandim dan Kapolres Ikut Berjibaku Padamkan Api dengan Pelepah Sawit

Dandim Rokan Hilir dan kapolres setempat berjibaku memadamkan api dengan pelepah sawit.

Sabtu, 12 Maret 2016 21:12 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Pemadaman kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) yang di Provinsi Riau kian dimaksimalkan. Bahkan tugas ini turut melibatkan atasan setingkat Bupati, kepala kepolisian resort (kapolres) dan komandan kodim (dandim). Seperti yang terjadi di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau. Beratnya medan membuat ratusan aparat TNI dan Polri kesulitan mengangkut mesin pemadam api berikut pipa air. Alhasil, mereka memanfaatkan alat seadanya seperti pelepah kepala sawit untuk memadamkan kobaran api.

"Sabtu (11/3/2016) kita dapat laporan ada lahan terbakar. Ternyata jauh di dalam, sekitar daerah Desa Sei Gajah Jaya Kecamatan Kubu. Ada 20 hektar lahan yang kebakar dengan status Hutan Produksi Terbatas (HPT)," ungkap Kapolres Rohil AKBP Subiantoro.

Bergegas ratusan aparat gabungan dari TNI dan Polri berikut regu Pemadam Kebakaran, BPBD dan lainnya menuju titik itu. Namun setibanya di sana, akses medan sangat berat apalagi sembari membawa alat bantu berupa mesin pemadaman.

"Sisanya memadamkan dengan alat, yang lain ikut masuk bersama Bupati, saya dan Dandim. Kita upayakan pakai alat seadanya seperti pelepah tumbuhan. Setidaknya ada usaha, menjelang helikopter Puma untuk bom air bergerak," katanya, Sabtu malam.

Tak lama, ratusan aparat ini berhasil menjinakkan api dengan bantuan dari udara via helikopter Puma. Pemadaman ini bahkan melibatkan 249 personel, diantaranya 100 petugas dari kepolisian, 75 prajurit TNI, 10 anggota BPBD, 10 Anggota Manggala Agni, 50 dari masyarakat gotong royong dan lainnya.

"Sudah padam dan hanya menyisakan asap. Namun kita terus lakukan pendinginan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api akibat tiupan angin. Kita juga dirikan tenda pleton agar anggota bisa bermalam di sana untuk berjaga-jaga," ujarnya. ***

(Farid Mansyur)
Sumber:GoRiau.com
wwwwww
www.amsi.or.id