164 Desa di Riau Rawan Karhutla, Antisipasi Harus Segera Dilakukan!
![]() |
Ilustrasi. |
Minggu, 31 Januari 2016 11:58 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau masih menjadi ancaman besar. Apalagi, fenomena El Nino diprediksi menguat tahun ini. Sehingga membuat wilayah Sumatera bagian Utara, termasuk Riau, harus memasuki musim kemarau lagi pada awal 2016.
Kondisi ini langsung mendapat perhatian besar dari pihak-pihak terkait di Riau. Mengingat, ada 164 Desa di Porvinsi Riau yang menjadi titik-titik langganan karhutla. Daerah-daerah tersebut sebagian besar berada di sepanjang sungai Kampar, Riau. Seperti, Kelurahan Pelalawan, Teluk Binjai, dan Petodoaan."Antisipasi tentu harus dimulai dari sekarang. Pencegahan adalah hal urgent dilakukan kita semua," tutur Kasdam I Bukit Barisan Brigjen Widagdo Hendro Sukoco.Dia menjelaskan, antisipasi itu sudah dimulai dengan perekrutan sejumlah warga untuk dilatih bela negara. Dalam pelatihan itu, turut disisipkan bentuk-bentuk pencegahan dan penanganan karhutla yang bisa dilakukan oleh warga."Jadi kami turunkan Babinsa terjun ke masyarakat untuk sosialisasi. Nanti, yang sudah kita latih membantu kerja babinsa ini," ungkapnya."Selain sosialiasasi, kami juga menyediakan alat berat dan tenaga pembantu agar bisa digunakan saat mereka ingin buka lahan," jelasnya. Dengan demikian, imbuhnya, keinginan bakar lahan pun bisa ditekan.Disinggung soal dana yang disiapkan, Tony mengaku telah menganggarkan sebesar USD 1 Juta atau sekitar Rp 13,5 miliar untuk tahun ini. Jumlah itu disiapkan baik untuk insentif maupun pendampingan 20 desa bebas api di 2016.Angka tersebut tentu cukup wah. Namun, baginya, itu bukan hal besar bila dibandingkan dengan biaya penanganan dan dampak yang ditimbulkan dari karhutla yang terus berulang tiap tahunnya. "Lebih mahal saat pemadaman ya saya rasa," jelasnya.Keberhasilan pendampingan yang dilakukan pihaknya pun telah diakui oleh beberapa pihak. Bahkan, pihak Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP) berencana mengadopsi program tersebut untuk 100 desa yang ada di Riau dalam waktu dekat. ***






















