Puskesmas Rangsang Barat Bikin Aturan seperti Zaman Belanda... Alas Kaki Tak Boleh Dibawa ke Dalam, tapi Mereka Bebas Memakai

Puskesmas Rangsang Barat Bikin Aturan seperti Zaman Belanda... Alas Kaki Tak Boleh Dibawa ke Dalam, tapi Mereka Bebas Memakai

Ilustrasi di pintu tertempel tulisan "Maaf Sendal/Sepatu Harap Dilepas".

Jum'at, 30 Oktober 2015 06:45 WIB
SELATPANJANG, POTRETNEWS.com- Pihak Puskesmas Kecamatan Rangsang Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, membuat aturan alas kaki (baik sandal maupun sepatu, red) tidak boleh dibawa ke dalam. Namun, dokter, perawat dan karyawan bebas menggunakan alas kaki di dalam puskesmas.
Peristiwa itu sebagaimana disampaikan laki-laki berinisial P (permintaan sumber untuk tidak disebutkan nama, red), Kamis (29/10/2015). Kata P, Kamis pagi itu Ia ke puskesmas untuk membuka perban luka.

Setibanya di puskesmas, P mengaku diminta untuk melepaskan alas kaki. P pun melihat warga yang lain melakukan hal yang sama. "Disuruh lepaskan kasut (sandal, red) ya salah lepaskan. Kasut diletakkan di luar," kata P.

Meski semua warga melepaskan alas kaki, namun pemandangan aneh malah terlihat di dalam puskesmas. Seluruh pekerja di puskesmas (baik dokter, perawat, maupun pekerja lainnya, red) dengan sengaja mengenakan alas kaki.

"Aneh, mereka kok boleh pakai alas kaki di dalam puskesmas. Kalau memang alasannya untuk kebersihan oke-oke saja, tapi mereka yang buat kok malah melanggar," ujar warga itu dengan nada kesal.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Rangsang dr Prima Wulandari belum bisa diminta konfirmasi. Meski sudah terhubung ke nomor ponselnya, dr Prima tidak menjawab panggilan. Begitu juga ketika dikirim pesan singkat ke nomor 0813613363xx, dr Prima juga tidak membalas. ***

(M Yamin Indra)
Kategori : Meranti, Umum
Sumber:GoRiau.com
wwwwww