Home > Berita > Siak

Dukung Ekspedisi Kapsul Waktu 2085, Bupati Siak: Kita Rangkai Cita-cita Hari Ini untuk Generasi Mendatang

Dukung Ekspedisi Kapsul Waktu 2085, Bupati Siak: Kita Rangkai Cita-cita Hari Ini untuk Generasi Mendatang

Bupati Siak, Provinsi Riau, H Syamsuar (pakai kopiah) bersama Tim Ekspedisi Kapsul Waktu di Kecamatan Kandis, Minggu (27/9/2015).

Senin, 28 September 2015 06:21 WIB
Abdul HR
SIAK, POTRETNEWS.com - Bupati Siak, Provinsi Riau, Drs H Syamsuar MSi bersama segenap elemen masyarakat menyambut dan menerima kedatangan Tim Ekspedisi Kapsul Waktu 2085 yang dipusatkan di lapangan bola Kecamatan Kandis, Minggu (27/9/2015). Koordinator Kerja Wilayah Riau Alex Setianto menjelaskan, Ekspedisi Kapsul Waktu adalah sebuah gerakan untuk menggelorakan semangat bekerja bagi segenap rakyat Indonesia. "Terjadi kelesuan di antara masyarakat Indonesia dalam bekerja dan menggelorakan semangat kerja untuk membangun bangsa ini," tutur Alex. Ide untuk melakukan ekspedisi ini, imbuh Alex, terlontar pada peringatan HUT ke-70 Republik Indonesia tahun 2015. Oleh karenanya, perjalanan meraih impian ini dihitung hingga 70 tahun yang akan datang. Selain itu, juga bertujuan untuk membangkitkan semangat kerja, menciptakan kesempatan dan lapangan kerja, bersama-sama membangkitkan keinginan untuk bekerja, dengan slogan Kerja, Kerja dan Kerja. Kapsul Waktu ini akan didirikan sebuah monumen dan akan dibuka pada tahun 2085 mendatang.

"Mengapa 2085? Karena semangat dan apa yang kita kerjakan hari ini semuanya bukan untuk kita yang kita rasakan hari ini. Akan tetapi apa yang kita kerjakan adalah untuk anak cucu kita," ucap Alex.

Bupati Siak Syamsur pada kesempatan ini menyatakan dukungannya kepada Tim Kapsul Waktu seraya berharap agar apa yang dicita-citakan dapat diwujudkan. "Kami segenap masyarakat Kabupaten Siak mendukung gerakan menggelorakan semangat kerja dalam Ekspedisi Kapsul Waktu 2085 ini, sehingga cita-cita jangka panjang kita benar-benar dapat diwujudkan," ujar bupati.

Syamsuar menyebut, melalui semangat dan gerakan ini harusnya menjadi motivasi sesuai dengan bidang kita masing-masing, bekerja memberikan pendidikan yang layak bagi masyarakat, bekerja menyediakan fasilitas kesehatan masyarakat, bekerja dalam mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat kita, dan bekerja sesuai dengan kemampuan kita untuk mewujudkan cita-cita bangsa ini.

"Kita yang ada di sini, hari ini merangkai cita-cita untuk diraih, semua itu akan terangkum dalam Kapsul Waktu yang dapat dilihat pada 2085 nanti. Impian dan harapan kita ada di sini, semua itu dapat dilihat oleh anak cucu kita di masa yang akan datang," papar Syamsuar.

Sekadar diketahui, Ekspedisi Kapsul Waktu adalah kegiatan kerja secara gotong-royong berskala nasional antara Panitia Nasional Gerakan Ayo Kerja 70 Tahun Indonesia Merdeka. Kegiatan ini juga didukung oleh beberapa kementerian dan lembaga pemerintah.

Kapsul Waktu yang berisi surat bertuliskan mimpi dan harapan anak-anak se-Indonesia, rencananya akan dijadikan sebuah monumen yang akan didirikan di Merauke, Papua. Rencananya, kapsul waktu tersebut akan dibuka kembali pada 70 tahun mendatang, yaitu pada tahun 2085.

Dalam kegiatan ini, sebanyak 3 kendaraan roda empat akan berkeliling menuju 34 provinsi seluruh Indonesia, dimulai dari Sabang sampai Merauke. Salah satu kendaraan membawa sebuah tabung berbentuk kapsul berukuran lebih kurang 50 sentimeter. Kapsul tersebut nantinya akan diisi surat-surat yang bertuliskan mimpi dan harapan anak-anak Indonesia, yang ingin dicapai di masa depan.

Setiap provinsi akan merumuskan berbagai harapan menjadi satu lembar surat. Sesuai jadwal, Kapsul Waktu akan akan menempuh perjalanan sekitar 30.500 kilometer dan tiba di Merauke, Papua, pada 21 Desember 2015 (dimulai dari 22 September 2015, red). Ekspedisi ini melibatkan 40 panitia utama, dan sejumlah perwakilan panitia di masing-masing daerah. Pemberangkatan secara resmi dilepas oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (17/9/2015).

Sepanjang perjalanan, Kapsul Waktu akan singgah di 43 kota di 34 provinsi melewati jalur darat, udara, atau laut. Kapsul Waktu akan berhenti di setiap ibu kota provinsi untuk menampung impian rakyat Indonesia. Kapsul Waktu itu akan dibuka pada tahun 2085, tepat 70 tahun kemudian. Sampai dengan 2085, kapsul tersebut akan diletakkan di Monumen Kapsul Waktu di Merauke. Generasi muda pada tahun 2085 yang akan membuka kapsul itu.

Adapun, desain kapsul yang terbuat dari stainless tersebut dibuat oleh desainer logam asal Jakarta, Dodon Doni. Dodon sehari-hari bekerja di Usaha Kecil dan Menengah Logam di Cempaka Putih, Jakarta. Desainnya dibuat dengan bentuk bulat dengan 38 lubang di dalamnya untuk menaruh kertas berisi harapan. Sengaja dengan bahan stainless supaya tahan lama hingga 70 tahun.***

(M Yamin Indra)
Kategori : Siak, Umum, Pemerintahan
wwwwww
www.amsi.or.id