Home > Berita > Riau

Jokowi Jangan Main-main, Anda Harus Pimpin Langsung Atasi Pembakaran Lahan di Riau!

Jokowi Jangan Main-main, Anda Harus Pimpin Langsung Atasi Pembakaran Lahan di Riau!

Presiden Jokowi saat meninjau kebakaran hutan di Sumsel.

Selasa, 15 September 2015 08:39 WIB
.
JAKARTA, POTRETNEWS.com - Presiden Joko Widodo diminta serius dan harus memimpin langsung upaya mengatasi pembakaran lahan di Riau, terutama pada aspek pemadaman titik api.
Demikian disampaikan Kaukus Pemuda Riau-Jakarta. Kaukus ini terdiri dari Ton Abdillah Has (Ketua Departemen Pemuda DPP Partai Golkar), Tri Wahono (staf Ahli DPR RI), Rinny Marthavinna (Ketua DPP KNPI), Asrizal Nasri (Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah), Muhammad Rafi (Ketua PB HMI MPO), Bob Febrian (seniman dan pekerja sosial), Yusafat Rendra (Wasekjen DPP KNPI) dan Ardi Amsyar (Ketua Umum Ikatan Senat Mahasiswa Ilmu Komunikasi Se-Indonesia). "Pemerintah juga harus serius lakukan upaya massif mengobati dan mencegah penyakit yang ditimbulkan asap, serta melakukan penegakan hukum hingga tuntas, termasuk menyeret pelaku dan dalangnya ke pengadilan serta mencabut hak konsesi lahan yang telah diberikan," kata Ton Abdillah Has beberapa saat lalu, Selasa (15/9).

Ton mengingatkan bahwa setelah lebih sebulan masyarakat Riau dan sekitarnya menghirup udara yang penuh polusi akibat pembakaran lahan di Riau dan sekitarnya, nampaknya belum juga ada tanda-tanda mereda. Justru sebaliknya, kabut asap semakin parah dan belum nampak keseriusan pemerintah dalam mengatasinya, baik pemerintah daerah, apalagi pemerintah pusat.

"Hingga kini, pembakaran lahan masih ditangani dengan cara-cara biasa, sementara kerusakan yang ditimbulkan serta gangguan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan sudah demikian luar biasa," tegas Ton. Baru beberapa hari ini saja, lanjut Ton, Presiden Jokowi memerintahkan Kepala BNPB dan Panglima TNI/Kapolri untuk terjun langsung menangani kebakaran lahan di Riau.

Hal itu pun disinyalir, bukan disebabkan penderitaan jutaan warga Riau dan sekitarnya selama lebih dari sebulan ini, melainkan lebih sebagai respon atas protes dan tekanan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
(***)
Kategori : Riau, Lingkungan
Sumber:rmol.co
wwwwww