PALEMBANG, POTRETNEWS.com — Anggota DPR RI Yudha Novanza Utama menyoroti upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang harus dilakukan lebih awal pada tahun depan. Dia berharap pencegahan dilakukan sejak Maret, bukan saat terjadi karhutla.
Penguatan pencegahan dilakukan sebagai upaya agar karhutla tidak meluas seperti yang terjadi seperti saat ini. Termasuk memanfaatkan teknologi untuk mencegah munculnya titik api.
Karhutla tahun ini disebutnya harus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk memperkuat strategi pencegahan pada tahun mendatang.
"Kita minta ke depan BNPB, BPBD di provinsi dan kabupaten/kota, TNI, Polri, dan pihak terkait lainnya, agar anggaran yang dimiliki didorong untuk upaya pencegahan. Karhutla ini bencana tahunan di Sumsel, jadi kami akan dorong agar pencegahan dimulai sejak Maret, jangan tunggu saat terjadi karhutla," ujar Yudha saat berkunjung ke BPBD Sumsel dan memberi dukungan untuk 5 posko karhutla, Rabu (28/10/2026).Selain anggaran dia juga mendorong pemanfaatan teknologi dalam pencegahan dan penanganan bencana. Sehingga, pemerintah tidak hanya mengerahkan sumber daya dalam jumlah besar ketika kebakaran sudah terjadi.
"Kita juga harapkan pemanfaatan teknologi untuk pencegahan karhutla, agar saat kemarau panjang terjadi, titik api tak sebanyak ini," sambungnya.Menurutnya, upaya penanganan yang dilakukan BPBD bersama satuan tugas (satgas), relawan, dan unsur terkait selama beberapa bulan terakhir telah berjalan maksimal. Dampak operasi modifikasi cuaca (OMC) dan penyemaian NaCl dan dry ice juga disebutnya mampu memicu hujan fan memgjilangkan asap dalam beberapa hari terakhir.Meski begitu, dia mengingatkan bahwa penanganan karhutla belum dapat dinyatakan selesai sepenuhnya selama kondisi hujan alami belum merata dan potensi kebakaran masih ada."Alhamdulillah, seminggu terakhir mulai kelihatan dampaknya, mulai dari OMC hingga penebaran bahan untuk memicu hujan. Kita berharap kondisi ini segera berakhir dan benar-benar selesai," katanya dilansir
detikcom.Selain memberikan dukungan moril, Yudha juga menyalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp 50 juta bagi relawan dan petugas yang terlibat dalam penanganan karhutla di Sumsel. Bantuan disalurkan untuk lima posko, yakni Posko Jakabaring, Kertapati, Palem Raya, Sematang Borang, dan posko induk.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sumsel M Iqbal Alisyabanah mengatakan dalam beberapa hari terakhir terjadi penurunan jumlah hotspot dan kejadian karhutla di Sumsel."Terjadi penurunan hotspot yang signifikan, kemarin tercatat hanya 109 titik dimana 68 titik terpantau di mineral dam 41 di gambut. Kondisi saat ini sudah jauh menurun dibandingkan 5 hari terakhir. Sejak 25 Oktober sampai hari ini kita juga dapat hujan gang bisa untuk memadamkan karhutla, termasuk di beberapa wilayah OKI," ujarnya.Dia menyebut kenaikan kejadian karhutla terjadi sejak Agustus-Oktober, dimana sesuai prediksi BMKG yang menyebut sebagai puncak musim kemarau. Wilayah OKI menjadi daerah paling terdampak karhutla yang cukup luas."Selain itu, kondisi ISPU terkini juga kian membaik. Tak hanya di Palembang saja, tapi juga beberapa wilayah lain yang sebelumnya juga sempat tercatat berbahaya," ungkapnya.Dia juga menyebut jarak pandang untuk penerbangan di Bandara SMB II Palembang kini tak terkendala asap. Visibility rata-rata kini sejauh 2 ribu meter-6 ribu meter. "Syarat harus di atas 1.000 meter kini sudah terpenuhi," pungkasnya.***