70 Ribu Balita Terkena ISPA akibat Asap Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 06:37 WIB
Tim Redaksi
b70-ribu-balita-terkena-ispa-akibat-asap-karhutlabIlustrasi balita terkena ISPA. Sumber: KOMPAS.com

JAKARTA, POTRETNEWS.com — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 314.124 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 20 Oktober 2026.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan, kasus tersebut tersebar di tujuh provinsi yang mencakup 65 kabupaten/kota.

Berdasarkan kelompok usia, sebanyak 70.890 kasus dialami anak berusia 0–5 tahun. Adapun 243.234 kasus lainnya terjadi pada kelompok usia di atas 5 tahun.

"Sementara itu, 243.234 kasus lainnya terjadi pada kelompok usia di atas 5 tahun," tulis Aji dalam data yang disampaikan pada Rabu (21/10/2026).

Selain akumulasi kasus tersebut, Kemenkes melaporkan 3.269 kasus ISPA baru pada 20 Oktober 2026.

Wilayah dengan kasus ISPA tertinggi pada 2026

Data Kemenkes untuk periode 20 Agustus–20 Oktober 2026 seperti dilansir Kompas.com menunjukkan bahwa kasus ISPA tersebar di tujuh provinsi terdampak karhutla.

Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan menjadi dua provinsi dengan jumlah kasus tertinggi, terutama pada kelompok usia di atas 5 tahun.

Di Sumatera Selatan, tercatat 63.430 kasus pada kelompok usia di atas 5 tahun dan 18.747 kasus pada kelompok usia 0–5 tahun.

Sementara itu, Kalimantan Selatan mencatat 60.734 kasus pada kelompok usia di atas 5 tahun dan 18.160 kasus pada kelompok usia 0–5 tahun.

Kalimantan Barat berada di urutan berikutnya dengan 44.019 kasus pada kelompok usia di atas 5 tahun dan 11.667 kasus pada kelompok usia 0–5 tahun.

Di Riau, jumlah kasus mencapai 27.787 pada kelompok usia di atas 5 tahun dan 8.646 kasus pada kelompok usia 0–5 tahun. Adapun Kalimantan Tengah mencatat 21.607 kasus pada kelompok usia di atas 5 tahun dan 5.133 kasus pada kelompok usia 0–5 tahun.

Sementara itu, di Kalimantan Timur terdapat 20.706 kasus pada kelompok usia di atas 5 tahun dan 6.982 kasus pada kelompok usia 0–5 tahun.

Kasus ISPA lebih banyak dialami perempuan

Berdasarkan jenis kelamin, data Kemenkes menunjukkan bahwa jumlah kasus ISPA pada perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki di enam provinsi yang tercantum dalam data tersebut.

Di Sumatera Selatan, tercatat 44.099 kasus pada perempuan dan 38.078 kasus pada laki-laki.

Di Kalimantan Selatan, jumlah kasus pada perempuan mencapai 43.753, sedangkan pada laki-laki sebanyak 35.141 kasus.

Pola serupa terlihat di Kalimantan Barat, dengan 29.848 kasus pada perempuan dan 25.838 kasus pada laki-laki.

Sementara itu, Riau mencatat 19.195 kasus pada perempuan dan 17.238 kasus pada laki-laki. Di Kalimantan Timur, terdapat 14.980 kasus pada perempuan dan 12.708 kasus pada laki-laki.

Adapun di Kalimantan Tengah, jumlah kasus pada perempuan mencapai 14.496, sedangkan pada laki-laki sebanyak 12.244 kasus.***

Kategori : Lingkungan, Umum, Riau
wwwwww
www.amsi.or.id