Vegetasi Edelweiss Hangus karena Karhutla TNBTS belum Padam

Rabu, 21 Oktober 2026 13:40 WIB
Tim Redaksi
bvegetasi-edelweiss-hangus-karena-karhutla-tnbts-belum-padambKebakaran di TNBTS menghanguskan sejumlah vegetasi hutan, di antaranya pohon edelweiss, cemara gunung, ranting, rumput genggeng, alang-alang, semak belukar, serta vegetasi lainnya. (Foto: KOMPAS.com)

LUMAJANG, POTRETNEWS.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (21/10/2026). Petugas gabungan mendapati kebakaran masih terpantau di Blok Bantengan dan Jaran Mati di Desa Ranupani.

Sementara itu, dua titik api berukuran kecil disertai kepulan asap terdeteksi di Blok Pusung Buntung dan Pusung Tengah, Dusun Gedok, Desa Argosari. Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengatakan, sedikitnya ada 55 petugas terdiri dari Polri, TNBTS dan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang sedang berupaya memadamkan api.

Namun begitu, petugas kesulitan memadamkan dua titik api di Desa Argosari karena lokasi kebakaran berada di kawasan lereng dan tebing yang curam serta sulit dijangkau. Sedangkan, lokasi kebakaran di Desa Ranupane, sudah mulai dilakukan penanganan menggunakan mobil pemadam dan gepyok.

”Upaya pemadaman dan pembasahan dihentikan kemarin petang sekitar pukul 18.30 WIB karena kondisi mulai gelap. Petugas berencana melanjutkan penanganan lagi hari ini," kata Suprapto, Rabu (21/10/2026).

Vegetasi Edelweiss Ikut Terbakar

Suprapto menjelaskan, kebakaran tersebut menghanguskan sejumlah vegetasi hutan, di antaranya pohon edelweiss, cemara gunung, ranting, rumput genggeng, alang-alang, semak belukar, serta vegetasi lainnya.

Menurut dia, hingga Selasa petang, luas kawasan yang terbakar masih dalam proses penghitungan oleh pihak TNBTS. Penyebab kebakaran maupun sumber awal api juga belum dapat dipastikan dan masih dalam proses penyelidikan.

”Saat ini kami fokus melakukan pemadaman dan pencegahan munculnya titik api baru, untuk luasan dan penyebabnya masih belum diketahui," ujarnya dilansir Kompas.com.

Suprapto menyebut, kondisi kemarau ini berisiko memunculkan titik api baru, terutama di area dengan vegetasi kering. Petugas gabungan akan melakukan patroli penyisiran dan pemantauan di kawasan hutan TNBTS wilayah Desa Ranupani dan Desa Argosari.

Penyisiran dilakukan untuk mengetahui perkembangan kebakaran, memastikan kondisi titik api yang masih terpantau, serta melakukan pemadaman apabila ditemukan api atau kepulan asap yang berisiko memicu kebakaran lebih luas.

”Masyarakat di sekitar kawasan hutan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan atau menyalakan api tanpa pengawasan," pungkasnya.***

Kategori : Lingkungan, Umum
wwwwww
www.amsi.or.id