Potensi Kerugian Ekonomi Karhutla Diperkirakan Rp30 Triliun
Spanduk yang dibentangkan Greenpeace pada Selasa (20/10/2026) pagi. Foto hanya ilustrasi. (Sumber: BBC NEWS INDONESIA)JAKARTA, POTRETNEWS.com — Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda menyebut, kerugian ekonomi akibat kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mencapai puluhan triliun rupiah.
Nailul mengatakan, potensi kerugian ekonomi akibat karhutla diperkirakan mencapai Rp30 triliun. Sementara itu, biaya kesehatan akibat infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) diperkirakan dapat mencapai Rp 200 triliun.”Itu ada sekitar, potensinya ya itu sekitar sampai Rp30 T kerugian untuk ekonomi akibat karhutla. Itu dari ekonominya,” kata Nailul dalam debat terbuka 2 Tahun Prabowo-Gibran di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2026).”Kalau kita lihat dari sisi biaya kesehatan, itu bisa mencapai Rp200 triliun kalau kita menghitung untuk ISPA dan diagnosis ISPA-nya. Jadi gejala ISPA dan diagnosis ISPA kita hitung ternyata biaya kesehatannya cukup tinggi,” sambungnya dilansir inilah.com.Menurut Nailul, besarnya potensi kerugian tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla perlu menjadi perhatian serius pemerintah. Ia menilai, penetapan status bencana nasional perlu dipertimbangkan agar penanganannya lebih optimal.























