6 Hari Kapalnya Terombang-ambing di Laut karena Kehabisan BBM, Nelayan Anambas yang Sempat Hilang Ditemukan Selamat di Malaysia

Jum'at, 16 Oktober 2026 17:31 WIB
Tim Redaksi
b6-hari-kapalnya-terombangambing-di-laut-karena-kehabisan-bbm-nelayan-anambas-yang-sempat-hilangPompong milik Bachtiar, nelayan asal Genting Pulur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau ditemukan bersama korban dalam keadaan selamat di perairan Malaysia, Kamis (15/10/2026). (Foto: dok. ANTARA)

NATUNA, POTRETNEWS.com — Bachtiar (61), nelayan asal Genting Pulur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, yang sempat dilaporkan hilang saat melaut sejak 11 Oktober 2026, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat di Malaysia.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna mengonfirmasi bahwa kepastian ditemukannya korban diterima dari Maritime Rescue Sub-Centre (MRSC) Kuantan, Malaysia, pada Kamis (15/10/2026) sore.

Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman mengungkapkan, korban beserta perahunya ditemukan oleh kapal pemancing lokal Malaysia.

”Keterangan awal menyebutkan, kapal korban hanyut hingga ke Perairan Malaysia akibat kehabisan bahan bakar," kata Abdul Rahman, dikutip dari Antara via Kompas.com.

Pihak keluarga melalui anak korban, Sabriadi, mengonfirmasi kebenaran identitas Bachtiar dan kapal pompongnya usai memeriksa rekaman video penemuan dari pihak otoritas Malaysia.

Kronologi hilangnya nelayan

Anambas Diketahui, Bachtiar bertolak melaut sendirian untuk menangkap ikan pada Sabtu (10/10/2026) pagi di sekitar perairan Batu Bulu hingga Pulau Serak, Kecamatan Jemaja.

Namun hingga Ahad (11/10/2026), korban tak kunjung kembali dan hilang kontak, sehingga pihak keluarga melapor ke Unit Siaga SAR (USS) Jemaja.

Operasi pencarian gabungan yang melibatkan Posal, Polsek Jemaja, BPBD, Polairud, hingga Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Anambas langsung diluncurkan.

Memasuki hari keempat pencarian, Kantor SAR Natuna mengantisipasi arah arus dan memperluas koordinasi internasional via Maritime Rescue Coordination Centre (MRCC) serta Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kepri.

Usai ditemukan, fokus penanganan kini beralih pada proses pemulangan dan evakuasi korban dari wilayah maritim Malaysia.

”Saat ini kami masih terus berkoordinasi dengan pihak SAR di Kuantan untuk proses evakuasi yang tepat dan aman bagi semua pihak, terlebih korban ditemukan berada di Perairan Maritim Malaysia,” ujar Abdul Rahman. "Dukungan koordinasi lintas negara dilakukan dengan bersinergi bersama Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kepulauan Riau,"

Kategori : Peristiwa
wwwwww
www.amsi.or.id