40.363 Balita Terpapar ISPA, Anggota DPR RI Irma Chaniago Dorong Pemerintah Tetapkan KLB di Wilayah yang Terdampak Asap Karhutla

Rabu, 23 September 2026 11:13 WIB
Tim Redaksi
b40363-balita-terpapar-ispa-anggota-dpr-ri-irma-chaniago-dorong-pemerintah-tetapkan-klb-di-wilayahAnggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago (Foto: dok. MONPERA.id)

JAKARTA, POTRETNEWS.com — Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago meminta pemerintah menetapkan wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Sebab, berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dampak asap karhutla membuat 40.363 anak balita terpapar infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Akibat Karhutla ini, ISPA membayangi masyarakat terdampak dan Pemerintah c.q. Kemenkes harus segera menetapkan wilayah terdampak sebagai KLB karena jangkauan Karhutla semakin luas dan korban ISPA semakin banyak,” kata Irma Suryani dalam keterangannya, Rabu (23/9/2026).

Menurut Irma, adanya kasus 40.000 balita terinfeksi ISPA di wilayah terdampak karhutla menunjukkan bahwa kabut asap telah berkembang menjadi kedaruratan kesehatan anak. Apalagi, kabut asap karhutla juga menyebabkan iritasi mata, hingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

“Kandungan partikel pada kabut asap Karhutla sangat membahayakan kesehatan. Khususnya bagi balita dan warga dari kelompok rentan,” ungkap Irma. Terkait hal ini, Irma mendorong Kemenkes untuk lebih mengoptimalkan penyaluran tenaga medis di daerah terdampak karhutla.

“Mengingat dampak Karhutla terhadap masyarakat, terutama bayi dan balita saya minta Kementerian Kesehatan wajib segera turunkan tim medis agar masyarakat terhindar dari sakit mata dan ISPA,” tuturnya.

Dia kemudian menyoroti banyak keluhan masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak karhutla seperti anak-anak mengalami sesak, pneumonia, batuk berdarah, hingga membutuhkan perawatan rumah sakit. Menurut Irma, kesaksian para orang tua tersebut memperlihatkan bahwa penanganan masalah kesehatan buntut karhutla tidak dapat menunggu anak datang dalam kondisi berat.

"Ketika puluhan ribu balita mulai mengalami gangguan pernapasan, Negara tidak cukup hanya mengimbau mereka tetap berada di rumah. Banyak keluarga bahkan tidak mempunyai ruang dengan udara yang aman. Perlindungan harus mendatangi anak-anak sebelum sesaknya memburuk,” sambung Irma.

Politikus Partai Nasdem ini mendorong puskesmas, posyandu, dan rumah sakit harus secara aktif mendata pasien terdampak karhutla untuk memperoleh pemantauan berkala, pemeriksaan dini, dan rujukan tanpa menunggu kondisi gawat. Pemerintah juga diminta harus menjamin kesiapan layanan anak berupa dokter, ruang perawatan, oksigen, nebulizer, obat saluran pernapasan, ambulans, dan kapasitas rujukan.

"Ketersediaannya harus dipetakan setiap hari agar kekurangan di satu daerah segera dipenuhi dari daerah penyangga sebelum rumah sakit mengalami kepadatan,” ucap Irma.

Di sisi lain, Irma mengingatkan agar data kesehatan harus diumumkan secara berkala menurut wilayah dan kelompok usia. Kemudian, ia menyoroti jangan sampai urusan administrasi dan tunggakan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menghambat penanganan kegawatdaruratan.

“Pemerintah selanjutnya perlu membuka mekanisme klaim dan pembiayaan khusus agar fasilitas kesehatan tidak menunda pelayanan karena ketidakpastian pembayaran. Setiap anak yang sesak harus memperoleh pelayanan segera, tanpa hambatan biaya maupun administrasi,” lanjut Irma. Dikutip dari Kompas TV, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ada sebanyak 174.694 kasus ISPA Karhutla sepanjang Agustus hingga 21 September 2026.

Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes Then Suyanti, mengungkapkan, berdasarkan data surveilans kesehatan Kemenkes, jumlah total kasus ISPA di daerah-daerah terdampak karhutla mencapai 174.694 kasus atau pasien.

“Dari hasil pemantauan surveilans kesehatan, kasus ISPA pada wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan ini, kita lihat ada 174.694 kasus ISPA, dari Agustus sampai 21 September kemarin,” jelasnya dalam konferensi pers penanganan karhutla di Jakarta, Selasa (22/9/2026), dikutip Kompas TV.

"Untuk kasus balita itu ada sekitar 40.363 pasien atau kasus. Nah, ini semua terdampak dari data 7 provinsi di 63 kabupaten/kota,” tambahnya. Data tersebut dihimpun dari 63 kabupaten/kota di 7 provinsi terdampak yakni di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. ***

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka. Add to Google Ekspresikan emosimu dengan sticker Kirim Kirim Bahas berita ini dengan KARIN KARIN adalah Kompas.com Artificial Intelligence yang akan membantu Kamu memahami berita dengan lebih cepat dan jelas. kejadian luar biasa Karhutla kesehatan anak ISPA Balita Lihat Nasional Selengkapnya   Pilihan Untukmu Regional Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Lombok Tengah, Dinsos P3A NTB Fokus Dampingi Korban Regional ASN OKI Tewas Ditikam Istri, Keluarga Bantah Dipicu Biaya Anak, Sebut Korban Terjerat Pinjol demi Penuhi Nafkah Rp 9 Juta Regional Kisah Perawat Hamid di Jember: Merangkak di Atas Bambu Lewati Jurang demi Obati Warga Pelosok Travel Ada Hotel di Dalam Stasiun Gambir, Bisa Menginap 4 Jam, Sekian Biayanya News Sembilan Nyawa Nusron Wahid News Mengganjal Mimpi Anies, Purbaya, KDM, Gibran Jadi Capres News Kurangi Penggunaan Freon, Pemerintah Siapkan Pelatihan Ulang bagi Teknisi AC News Anggota DPR Geram Suap Izin Tanah Masih Terjadi: Kementerian ATR/BPN Jangan Jadi Mafia News Konflik Houthi-Saudi Memanas, Anggota DPR Minta KBRI-KJRI Perkuat Perlindungan WNI News Anggota DPR Kritik Penanganan Situasi Keamanan Papua Usai Korban Jatuh Lagi News Wajib Sertifikasi Halal Dimulai Oktober, Anggota DPR DPR Minta UMK Tak Langsung Dibebani Sanksi News Asap Karhutla Masih Selimuti Langit Indonesia, Banyak Sekolah Masih PJJ Regional Kasus ISPA di Riau Tembus 12.358 dalam Dua Pekan, 92 Persen Akibat Kabut Asap Karhutla Properti Ancaman Penyakit hingga Stunting di Balik 7.000 Kawasan Kumuh, Apa Langkah Pemerintah? Kabut Asap Karhutla Kalimantan Level Bahaya, Raja Malaysia Tetapkan Status Darurat 0:03:22 Kabut Asap Karhutla Kalimantan Level Bahaya, Raja Malaysia Tetapkan Status Darurat Video 3 minggu lalu 0:02:35 Asap Karhutla Kalimantan Sampai Singapura-Malaysia, Komisi VIII: Jangan Protes Video 1 bulan lalu 0:04:16 Karhutla Kalimantan Picu Asap beracun, Ini Strategi BMKG Video 1 bulan lalu 0:14:36 DPR Vs Menhut soal Karhutla: Kritik Terlalu Banyak Pintu Koordinasi, "Ribet" Penanganan Video 1 bulan lalu 0:00:56 Upaya Manggala Agni dan Tim Berjuang Padamkan Kebakaran Hutan di Kalimantan Video 1 bulan lalu Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+ TERPOPULER 1 9 Tahun Tak Punya Pekerjaan Tetap, Rahman Jalan Kaki ke Job Fair di Usia 45 Tahun: Saya Optimis 2 Rieke Diah Pitaloka Dilaporkan Pihak Erin, MKD Akan Panggil Kedua Pihak 3 Presiden Prabowo Panggil Menkeu Suahasil Nazara ke Istana 4 KPU Tanggapi Soal Dalil Pengecualian Syarat Ijazah SLTA Asing di PKPU 19/2023 5 Lansia Pengemudi BYD Minta Maaf, Tak Niat Halangi Ambulans yang Bawa Pasien Kritis di Solo TERPOPULER LAINNYA TERKINI KPK Dalami Proyek Pengadaan Pemkab Bekasi oleh Swasta atas Arahan Ipda Yayat Sudrajat NASIONAL - 13 menit lalu September Hitam dan Ingatan Kolektif Kekerasan di Indonesia NASIONAL - 15 menit lalu Pemohon Gunakan Istilah TST Dalam Sidang Sengketa Syarat Pencalonan Gibran di MK NASIONAL - 32 menit lalu Perintah Prabowo ke Dirjen Bea Cukai: Tertibkan Baju Bekas Impor yang Bikin Produsen Garmen Terganggu NASIONAL - 40 menit lalu Periksa Bos Tempo Scan Handojo, KPK Usut Dugaan Pemberian Uang ke Oknum Imigrasi NASIONAL - 51 menit lalu Anggota DPR Dorong Pemerintah Tetapkan KLB di Wilayah yang Terdampak Asap Karhutla NASIONAL - 53 menit lalu UU Reforma Agraria Sah, Anggota DPR: Negara Harus Berani Koreksi Kebijakan yang Picu Konflik NASIONAL - 1 jam lalu Saat Jet Tempur Rafale Isi BBM dari Airbus A330 di Langit Lanud Halim, A400M Terbang Manuver NASIONAL - 1 jam lalu Memutus Rantai Pasokan Senjata OPM NASIONAL - 1 jam lalu Anggota DPR: Pembentukan 5 Kodam Baru Penting untuk Perkuat Perlindungan Warga NASIONAL - 1 jam lalu KAI Ajak 607 Anak Panti Asuhan Rasakan Pengalaman Naik Whoosh NASIONAL - 1 jam lalu Perjalanan RUU Reforma Agraria hingga Akhirnya Disahkan DPR NASIONAL - 2 jam lalu Prabowo Ingin PTN Gratis, Bagaimana Skema Anggarannya? NASIONAL - 2 jam lalu PTN Gratis, Kampus Swasta Tidak Perlu Gulung Tikar NASIONAL - 2 jam lalu KPK Kembali Sita Mobil Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy NASIONAL - 2 jam lalu 1 2 3 Next Highlight Edu 1 TNI Buka Rekrutmen Psikolog Minimal Lulusan S1, Langung Dilantik Jadi Letda Edu 2 Dosen UB Kritik Cara Pemerintah Ganti Purbaya, Minta Jangan Dinormalisasi Edu 3 Kepala STMKG Deni Septiadi Dinonaktifkan Mendadak Edu 4 Penilaian TKA Jenjang SMA 2026 Berubah, Tak Lagi 0-100 Edu 5 Jurusan yang Dibutuhkan di Rekrutmen PA PK TNI 2026, Dokter Spesialis Dilantik Jadi Kapten Edu Terpopuler Lainnya Jelajahi Kompas.com Bola Tekno Otomotif Global News IKN Tren Nasional Megapolitan Entertainment Money Sains Regional Health Properti Lifestyle Hype Travel Edukasi FOTO VIK Ohayo Jepang Kolom JEO Video Lestari Play Event Store Artikel Terpopuler Artikel Terkini Topik Pilihan Artikel Headline BACK TO TOP Dapatkan informasi dan insight pilihan redaksi Kompas.com Daftarkan Email Penghargaan dan sertifikat: Kabar Palmerah About Us Advertise Ketentuan Penggunaan Kebijakan Data Pribadi Pedoman Media Siber Career Contact Us ©2026 PT. Kompas Cyber MediaSumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/09/23/10365691/anggota-dpr-dorong-pemerintah-tetapkan-klb-di-wilayah-yang-terdampak-asap?page=all#page2.Membership: https://kmp.im/plus6Download aplikasi: https://kmp.im/app6
Kategori : Pemerintahan, Umum
wwwwww
www.amsi.or.id