Home > Berita > Umum

Riau Ranking 3 Harga TBS Sawit Nasional, Posisi Puncak Ditempati Sumut, Ini Ranking Harga TBS 14-20 September 2026

Senin, 21 September 2026 13:28 WIB
Tim Redaksi
briau-ranking-3-harga-tbs-sawit-nasional-posisi-puncak-ditempati-sumut-ini-ranking-harga-tbs-1420Ilustrasi petani sawit. Sumber: ANTARA

JAKARTA, POTRETNEWS.com — Provinsi Riau menembus posisi tiga besar harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit tertinggi se-Indonesia periode 14–20 September 2026. Sementara, posisi puncak ditempati Sumatra Utara.

Peringkat pertama yang diraih Sumut ini dengan harga TBS Rp4.066 per kilogram, disusul Provinsi Jambi yang menembus posisi empat besar nasional dengan harga Rp3.914 per kilogram.  

Capaian Sumatera Utara di posisi teratas mengungguli puluhan provinsi penghasil sawit lainnya didorong oleh tingginya harga Minyak Sawit Mentah atau Crude Palm Oil (CPO) di wilayah tersebut yang menembus angka Rp16.202 per kilogram dengan indeks K sebesar 93 persen.

Penetapan harga TBS Mitra Plasma untuk kelompok umur tanaman 9 sampai 20 tahun ini dirilis secara resmi oleh Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) berdasarkan data penetapan Dinas Perkebunan (Disbun) di 22 provinsi.  

Di bawah Sumatera Utara, posisi kedua diduduki oleh Sumatera Barat dengan harga TBS Rp4.042 per kg (CPO Rp15.739, Indeks K 94%), diikuti Riau di urutan ketiga dengan harga TBS mitra plasma Rp3.976 per kg dan mitra swadaya Rp3.912 per kg (CPO Rp15.784, Indeks K 93%).

Provinsi Jambi yang berada di posisi keempat mencatatkan harga TBS Rp3.914 per kg dengan CPO Rp15.379 per kg dan indeks K 93 persen.   Selanjutnya, Bangka Belitung menempati peringkat kelima dengan harga TBS Rp3.832 per kg (CPO Rp15.661), disusul Sumatra Selatan di posisi keenam dengan Rp3.823 per kg (CPO Rp15.440).

Wilayah Kalimantan juga menunjukkan angka kompetitif, di mana Kalimantan Tengah berada di urutan ketujuh dengan harga Rp3.782 per kg (CPO Rp15.502) dan Kalimantan Selatan di posisi kedelapan dengan Rp3.756 per kg (CPO Rp15.493). Aceh menyusul di peringkat kesembilan dengan harga Rp3.746 per kg (CPO Rp15.782), sedangkan Kalimantan Barat berada di urutan kesepuluh dengan Rp3.696 per kg (CPO Rp15.576).  

Untuk papan tengah, Papua menempati peringkat ke-11 dengan harga TBS Rp3.610 per kg (CPO Rp14.552), diikuti Kalimantan Timur di posisi ke-12 dengan Rp3.604 per kg (CPO Rp15.392).

Selanjutnya, Kalimantan Utara mencatatkan harga Rp3.499 per kg (CPO Rp15.249) di peringkat ke-13, Sulawesi Barat Rp3.479 per kg (CPO Rp15.461) di peringkat ke-14, dan Lampung di posisi ke-15 dengan harga Rp3.461 per kg (CPO Rp15.329).  

Memasuki papan bawah, Sulawesi Tenggara menduduki peringkat ke-16 dengan Rp3.390 per kg (CPO Rp15.159), Sulawesi Tengah di peringkat ke-17 dengan Rp3.376 per kg (CPO Rp14.992), Bengkulu di posisi ke-18 dengan Rp3.371 per kg (CPO Rp15.686), serta Banten di peringkat ke-19 dengan harga Rp3.250 per kg (CPO Rp15.785).  

Tiga posisi terbawah dihuni oleh Gorontalo di peringkat ke-20 dengan Rp3.156 per kg (CPO Rp15.113), Papua Barat di peringkat ke-21 dengan Rp3.104 per kg (CPO Rp14.062), dan Sulawesi Selatan di posisi paling buncit atau ke-22 dengan harga Rp2.903 per kg (CPO Rp12.627).

 Berdasarkan data Apkasindo seperti dilansir jambiekspres.co.id, rata-rata nasional harga TBS di 22 provinsi ini berada pada angka Rp3.583 per kg dengan rata-rata indeks K 90 persen dan rerata harga CPO Rp15.271 per kg.

Sementara itu, di tingkat Pabrik Kelapa Sawit (PKS), harga TBS petani swadaya berada di kisaran Rp2.750 hingga Rp3.350 per kg, dan harga TBS petani bermitra/plasma sebesar Rp2.903 hingga Rp4.066 per kg. Angka-angka penetapan ini masih memberikan margin keuntungan yang memadai bagi para petani mengingat Harga Pokok Produksi (HPP) berada di kisaran Rp1.750 sampai Rp2.000 per kg.***

Kategori : Umum, Riau
wwwwww
www.amsi.or.id