APHI Riau: Gotong Royong dan Kolaborasi Tingkat Tapak Cara Paling Efektif Cegah-Tangani Karhutla
Ketua APHI Komda Riau Muller Tampubolon. (Foto: dok. ISTIMEWA)PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Komisariat Daerah Riau mendorong asas gotong royong dan kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, pemerintah daerah, kecamatan, kabupaten, dan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) pada hutan tanaman untuk mencegah serta menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tingkat tapak.
Ketua APHI Komda Riau Muller Tampubolon mengatakan, bantuan personel, peralatan, dan dukungan operasional yang diberikan PBPH kepada wilayah di sekitar areal kerja merupakan bagian dari semangat gotong royong dalam menghadapi karhutla.“Karhutla merupakan persoalan bersama yang membutuhkan respons cepat dan koordinasi kuat. Ketika terjadi kebakaran di desa atau wilayah sekitar areal kerja, anggota APHI berupaya membantu sesuai kapasitas yang tersedia serta tetap berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, TNI-POLRI, dan masyarakat setempat,” kata Muller di Pekanbaru, Senin (14/9).
Menurut dia, bantuan pemadaman di luar areal kerja PBPH sangat penting untuk mencegah api jangan samapai meluas dan komitmennya adalah mengurangi dampaknya terhadap kesehatan, kegiatan ekonomi, serta lingkungan masyarakat. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari perlindungan lanskap karena api tidak mengenal batas administrasi maupun batas pengelolaan.Muller menilai, surat penghargaan atau apresiasi yang diberikan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa, Koramil dan Polsek kepada PBPH pada hutan tanaman menunjukkan bahwa kerja sama di lapangan telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.“Kami menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan. Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi PBPH anggota APHI untuk terus melakukan sosialisasi bahaya pembukaan lahan dengan membakar, meningkatkan kesiapsiagaan, patroli, deteksi dini, penyediaan sumber air, serta dukungan tenaga pemadaman, sanpras apabila dibutuhkan oleh masyarakat dan pemerintah daerah,” ujarnya.Camat Koto Gasib Wendi, Camat Sungai Apit Muktasar, Penghulu Desa Rantau Panjang Gunarto, Kepala Desa Kuala Panduk Keccamatan Teluk Meranti Tomjon, Kepala Desa Simpang Medan Kecamatan Kelayang Baharudin, Kepala Desa Kembang Bungo Kecamatan Ukui Rajat, Kepala Desa Gemala Sari Kecamatan Rangsang Erpandi,























