Melihat Lebih Dekat Praktik Benih Sawit melalui Kunjungan Pembibitan Dami Mas di Kampar
Peserta Kunjungan Pembibitan Dami Mas mengikuti sesi pembelajaran mengenai proses pembibitan kelapa sawit. (Foto: dok. ISTIMEWA)KAMPAR, POTRETNEWS.com — Ada banyak hal dalam budi daya kelapa sawit yang lebih mudah dipahami ketika dilihat secara langsung. Mulai dari bagaimana bibit dirawat sejak awal, pemupukan dilakukan, hingga tanaman dikelola ketika sudah menghasilkan.
Pengalaman di lapangan memungkinkan peserta untuk melihat praktiknya, bertanya, dan berdiskusi secara langsung. Semangat inilah yang menjadi dasar dari Kunjungan Dami Mas ke pembibitan tahun ini. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 70 peserta dengan latar belakang beragam, mulai dari perusahaan perkebunan, penangkar, hingga petani dari berbagai daerah, seperti Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, dan Kalimantan Barat.Pada kunjungan beberapa waktu lalu, PT Dami Mas Sejahtera (Dami Mas), anak usaha Sinar Mas Agribusiness and Food mengajak peserta melihat lebih dekat proses pembibitan di area Bibitan Rama-Rama, di Kabupaten Kampar, Riau serta di area Bibitan Sungai Cantung, Kalimatan Selatan.Dami Mas merupakan salah satu produsen benih kelapa sawit Dura x Pisifera (DxP) di Indonesia. Benih Dami Mas DxP dikembangkan untuk menghasilkan produktivitas minyak yang lebih tinggi dengan masa panen yang lebih awal, dua karakteristik yang penting bagi pelaku usaha dan petani kelapa sawit.
Sesi praktik lapangan dalam rangkaian Kunjungan Pembibitan Dami Mas. (Foto: dok. ISTIMEWA)
Para peserta Kunjungan Pembibitan Dami Mas di bulan Agustus. (Foto: dok. ISTIMEWA)Bagi pengguna Dami Mas, kunjungan ini bisa menjadi kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai pengelolaan tanaman setelah benih ditanam. Sementara bagi calon pelanggan, melihat pembibitan dan kebun secara langsung memberi gambaran yang lebih nyata mengenai perjalanan bahan tanam setelah keluar dari fasilitas produksi benih.Menurut Saistyo Agi Hendiwiyarto, Commercial Department Head Sinar Mas Agribusiness and Food, hubungan dengan pelanggan tidak berhenti ketika benih sampai di tangan mereka. Berbagi pengetahuan, membuka ruang diskusi, dan mempertemukan pengalaman dari berbagai kebun juga menjadi bagian penting dari perjalanan itu.“Melalui kegiatan seperti kunjungan ke pembibitan ini, kami ingin terus menghadirkan kesempatan bagi petani, penangkar, dan perusahaan perkebunan untuk belajar langsung dari lapangan, bertukar pengalaman, dan membawa pulang praktik yang relevan untuk diterapkan di kebun masing-masing,” jelas Agi.Pemilihan benih yang baik merupakan langkah awal dalam budidaya kelapa sawit. Potensi yang dibawa benih tetap perlu didukung oleh praktik agronomi yang tepat pada setiap tahap pertumbuhan, dari pembibitan dan penanaman hingga tanaman memasuki fase menghasilkan.Bagi Dami Mas, hal tersebut juga berarti membangun hubungan yang berlanjut setelah benih sampai ke pelanggan. Kunjungan seperti ini menjadi salah satu cara untuk mempertemukan pengalaman dari penangkar, petani, dan perusahaan perkebunan, sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kebun masing-masing.Melalui pembelajaran dan pertukaran pengalaman di lapangan, Dami Mas berharap setiap peserta dapat membawa pulang wawasan yang relevan untuk mendukung kebun yang dikelola secara lebih baik dan produktif.*** 























