Berjabat Tangan di Mapolres Kuantan Singingi, Polemik Polda Sitanggang dan Datuk Darwis Berakhir Damai
Polda Sitanggang (baju kotak-kotak) bersalaman dengan DT Darwis (baju putih), didampingi kuasa hukum masing-masing di Polres Kuansing. (Foto: dok. MISTAR)KUANTAN SINGINGI, POTRETNEWS.com — Dilaporkan hilang sejak malam takbiran, seorang polisi di Maluku akhirnya ditemukan pada Rabu (4/5/2022) pagi.
Polemik antara TikTokers Polda Sitanggang, warga Samosir, dengan DT Darwis, salah satu tokoh masyarakat Kuantan Singingi (Kuansing), akhirnya berakhir damai. Kedua pihak sepakat mengakhiri perselisihan dan memilih menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan melalui mekanisme Restorative Justice.
Proses perdamaian berlangsung di Markas Polres (Mapolres) Kuantan Singingi, Provinsi Riau, Jumat (4/9/2026). Pertemuan tersebut dihadiri tim penasihat hukum masing-masing pihak dan difasilitasi untuk menyelesaikan perkara secara damai. Kuasa Hukum DT Darwis, Ikhsan, mengatakan perdamaian tersebut merupakan kesepakatan kedua pihak untuk mengakhiri polemik yang sebelumnya berkembang dan menjadi perhatian publik, khususnya di media sosial.Menurut Ikhsan, perdamaian bukan persoalan siapa yang menang ataupun kalah. Keputusan berdamai dinilai sebagai bentuk iktikad baik kedua pihak untuk mengakhiri perselisihan dan menjaga hubungan antarsesama.“Hari ini bukan lagi tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Ketika orang yang berperkara telah memilih untuk berdamai, maka sudah sepatutnya kita semua ikut menghentikan perdebatan yang dapat memperpanjang permusuhan,” sebut Ikhsan melalui pesan WhatsApp.Ia juga mengatakan polemik antara Polda Sitanggang dan DT Darwis sebelumnya memunculkan berbagai tanggapan di media sosial. Dukungan, kritik, hingga berbagai narasi berkembang di tengah masyarakat. Dengan tercapainya perdamaian, Ikhsan berharap persoalan tersebut tidak kembali dipersoalkan dan tidak berkembang menjadi pertentangan antarkelompok, suku, maupun daerah.























