Walhi Rilis Data: 60 Persen Sumber Daya Alam Riau Dikuasai Industri Ekstraktif
Ilustrasi industri ekstraktif. (Dok. HAISAWIT.co.id)PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Riau menilai tekanan terhadap sumber daya alam di Riau semakin luas akibat ekspansi industri ekstraktif. Walhi menyebut sekitar 60 persen sumber daya alam di Riau telah dikuasai industri ekstraktif berdasarkan data yang mereka gunakan.
Direktur Eksekutif Walhi Riau Eko Yunanda menyampaikan hal tersebut dalam Pekan Rakyat Lingkungan Hidup bertema “Gerakan Pulihkan Indonesia untuk Keadilan Ekologis” di Balairung Tenas Effendi, Lembaga Adat Melayu Riau, Pekanbaru, Jumat, 21 Agustus 2026.
“Dari dulu sampai sekarang, bagi kami berbagai sumber daya alam kita sudah dieksploitasi. Bahkan sampai 60 persen menurut data kami sudah dikuasai oleh industri ekstraktif,” kata Eko.Menurut Eko, tekanan tersebut tidak hanya terjadi pada kawasan hutan. Ekosistem gambut, pesisir, mangrove, hingga wilayah pulau-pulau kecil juga menghadapi ancaman perubahan fungsi dan perebutan ruang hidup.Masyarakat adat menjadi salah satu kelompok yang menghadapi dampak dari perubahan tersebut. Eko mengatakan masyarakat adat di Riau menghadapi ekspansi korporasi, persoalan pengakuan wilayah adat, serta perubahan fungsi kawasan yang berpotensi menggerus ruang hidup mereka.“Bagi kami ini penting untuk diperhatikan agar ke depan keberlanjutan lingkungan dan sumber-sumber kehidupan masyarakat adatnya tidak tergerus dan tidak terampas,” ujarnya. Walhi juga menghubungkan kerusakan ekosistem dengan meningkatnya risiko bencana di sejumlah wilayah.























