Kapal Pompong Tenggelam di Mengkikip Kepulauan Meranti, Dua Korban Ditemukan Meninggal Dunia

Kamis, 06 Agustus 2026 19:02 WIB
Tim Redaksi
bkapal-pompong-tenggelam-di-mengkikip-kepulauan-meranti-dua-korban-ditemukan-meninggal-duniabEvakuasi korban kapal pompong yang tenggelam di perairan Desa Mengkikip, Kabupaten Kepulauan Meranti. (Foto: dok. ISTIMEWA)

SELATPANJANG, POTRETNEWS.com — Dua pekerja penebang sagu yang jadi korban tenggelamnya kapal pompong di Perairan Desa Mengkikip, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau telah ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Kedua korban bernama Amir (50) dan Iqbal (25).

Sementara, Korban AM terlebih dahulu ditemukan tim SAR gabungan pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 12.25 WIB, sedangkan IBL ditemukan pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 08:00 WIB.

”Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru, Budi Cahyadi, melalui Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Harrie Saputra, Kamis.

Prima mengatakan jenazah korban telah dievakuasi oleh tim SAR dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Sebelumnya, kapal pompong yang mengangkut empat pekerja penebang sagu tenggelam Senin (3/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Berdasarkan informasi, kapal diduga diterpa angin kencang dan gelombang tinggi saat berada di perairan. Kondisi tersebut menyebabkan kapal oleng ke sisi kiri sebelum dihantam gelombang hingga air masuk ke lambung kapal.

”Kapal diduga oleng ke sisi kiri sebelum dihantam gelombang yang mengakibatkan air masuk ke dalam lambung kapal dan tenggelam," jelas Prima.

Dalam insiden tersebut, dua pekerja berhasil selamat, masing-masing Ivan (30) dan Bobi (30). Keduanya berhasil bertahan dengan memanfaatkan jeriken minyak sebagai alat bantu mengapung hingga akhirnya dapat diselamatkan.

Sementara korban Amir dan Iqbal hilang. Operasi pencarian berlangsung selama empat hari dengan melibatkan berbagai unsur, di antaranya Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Ditpolairud Polda Riau, Satpolairud Polres Kepulauan Meranti, TNI AL, TNI AD, Polri, serta masyarakat nelayan.

Keberhasilan operasi pencarian tersebut merupakan hasil sinergi seluruh unsur SAR gabungan yang tetap bekerja maksimal meski menghadapi tantangan arus dan gelombang di lokasi kejadian.

”Dengan telah ditemukannya seluruh korban, Operasi SAR diusulkan untuk ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing," pungkas Prima.***

Kategori : Peristiwa, Meranti
wwwwww
www.amsi.or.id