Home > Berita > Umum

Plaza Citra, Salah Satu Mal Tertua di Pekanbaru Bersiap Tutup Permanen setelah 34 Tahun Beroperasi

Rabu, 05 Agustus 2026 13:45 WIB
Tim Redaksi
bplaza-citra-salah-satu-mal-tertua-di-pekanbaru-bersiap-tutup-permanen-setelah-34-tahun-beroperasibPlaza Citra di Jalan Pepaya Pekanbaru. (Dok. JEJAKPIKNIK.com)

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Selama 34 tahun beroperasi (sejak 1993), salah satu mal tertua di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Plaza Citra, resmi akan tutup dua bulan lagi. Pusat perbelanjaan yang berada di Jalan Pepaya itu kini memasuki tahapan penutupan secara bertahap sebelum menghentikan operasionalnya secara permanen pada Oktober 2026

Salah seorang karyawan Plaza Citra mengatakan proses penutupan dilakukan menyesuaikan masa berakhirnya kontrak masing-masing tenant. Satu per satu gerai akan menghentikan operasional hingga akhirnya seluruh aktivitas di Plaza Citra benar-benar berakhir pada Oktober mendatang.

Ia mengungkapkan, salah satu tenant baru tutup di pusat perbelanjaan tersebut adalah Bakso Lapangan Tembak. Restoran yang telah lama menjadi salah satu tujuan kuliner pengunjung Plaza Citra itu mengakhiri operasionalnya beberapa waktu lalu setelah masa kontraknya berakhir.

Selanjutnya, proses penutupan akan terus berlanjut. Pada Agustus ini, tenan bioskop yang selama bertahun-tahun menjadi tempat hiburan masyarakat Pekanbaru juga dijadwalkan menghentikan operasionalnya.

Setelah itu, tenant lainnya akan menyusul secara bertahap sesuai masa kontrak masing-masing. Tenant terakhir yang akan bertahan adalah Matahari Department Store. Masa kontrak gerai tersebut akan berakhir pada Oktober 2026.

Bersamaan dengan berakhirnya operasional Matahari, Plaza Citra juga akan resmi menutup seluruh aktivitasnya secara permanen.

Di tengah proses penutupan itu, sekitar 70 karyawan tetap masih menjalankan aktivitas seperti biasa. Mereka tetap bekerja sembari menunggu seluruh tahapan penutupan selesai dilaksanakan.

Karyawan tersebut mengaku bersyukur karena pihak manajemen berkomitmen memenuhi seluruh hak para pekerja. Ia mengatakan rekan-rekan yang lebih dulu diberhentikan juga telah menerima hak-haknya secara penuh sesuai ketentuan yang berlaku.

Meski demikian, rasa khawatir tetap menyelimuti para karyawan. Setelah Plaza Citra benar-benar berhenti beroperasi, mereka harus kembali mencari pekerjaan baru di tengah persaingan dunia kerja yang tidak mudah.

Tak hanya pekerja, kabar penutupan Plaza Citra juga membangkitkan kenangan bagi masyarakat Pekanbaru yang pernah tumbuh bersama pusat perbelanjaan tersebut.

Banyak yang menganggap Plaza Citra bukan sekadar tempat berbelanja, tetapi juga menyimpan berbagai cerita kehidupan.

Seorang warga Tanjungpinang, Kepulauan Riau, yang pernah kuliah di Pekanbaru, Yusfreyendi, mengaku Plaza Citra memiliki arti yang sangat istimewa baginya. Ia masih mengingat momen dalam kurun 1997-2002.

”Ketika masih kuliah di Pekanbaru, Plaza Citra, salah satu tempat yang sering saya datangi untuk mencari buku-buku di Gramedia atau kaset terbaru di Riau Musik," ujarnya.

Warga lainnya, Edwin, juga menyimpan kenangan yang tak kalah mendalam. Baginya, Bakso Lapangan Tembak menjadi tempat berkumpul bersama keluarga atau rekan-rekan setiap kali berkunjung ke Plaza Citra.

Bagi kebanyakan warga Pekanbaru, penutupan Plaza Citra tidak hanya berakhirnya operasional sebuah pusat perbelanjaan. Lebih dari itu, penutupan tersebut menjadi penanda berakhirnya salah satu ikon kota yang selama lebih dari tiga dekade menjadi saksi tumbuhnya kenangan, kisah keluarga, hingga perjalanan hidup masyarakat Pekanbaru dari generasi ke generasi.***

Kategori : Umum, Pekanbaru, Riau
wwwwww
www.amsi.or.id